Cegah Kekerasan, Wahid Foundation Dorong Pemerintah Lakukan Early Warning System

536
Yenny Wahid
Yenny Zannuba Wahid (Photo: krjogja.com)

Jakarta, Muslim Obsession – Wahid Foundation mengutuk intimidasi dan kekerasan yang dialami tokoh agama. Pernyataan itu dikemukakan Direktur Wahid Foundation, Yenny Zannuba Wahid, menanggapi aksi seorang lelaki yang menyerang beberapa jemaat dan seorang pendeta di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta, Ahad ( 11/2/2018).

Yenny juga mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan kajian sekaligus penerapan langkah sistem deteksi dini (early warning system). Tujuannya, agar kasus-kasus serupa berkurang dan dapat dilakukan langkah-langkah antisipasitif.

“Langkah ini dapat dilakuan melaui deteksi dini kasus-kasus intoleransi, termasuk ujaran kebencian, yang kemungkinan bakal meningkat jelang dan selama masa-masa pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Muslim Obsession, Senin (12/2/2018).

Di sisi lain, Yenni mengapresiasi kesigapan ormas-ormas keagamaan yang kompak menyerukan kepada masing-masing umatnya untuk tidak terprovokasi dan justru mendorong agar proses hukum dikedepankan.

“Ini bukti bahwa masyarakat Indonesia makin dewasa dan matang dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan,” ungkapnya.

Sebelumnya, kabar penganiayaan yang dialami sejumlah tokoh agama viral lewat media sosial sejak dua pekan terakhir. Salah satunya penculikan pemuka agama di Kota Cimahi dan di Garut serta santri yang dianiaya orang tak dikenal.

Padahal menurut Yenni, itu hanya settingan yang sengaja disebar untuk mencari perhatian. Oleh karenanya Yenni mendorong Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memantau hoax yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Mendorong Kemenkominfo dan perusahaan-perusahaan media sosial seperti facebook, youtube, dan twitter, memantau kasus-kasus hoax dan berita palsu yang sengaja ditujukan untuk dapat memanaskan situasi di masyarakat,” tegasnya. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here