Bingung Cari Pendamping? Begini Ciri Calon Istri Solehah

177
Wanita Berhijab (Foto: latterdaysaintmag.com)

Muslim Obsession – Allah berfirman : Dan wanita-wanita yang sholehah adalah wanita yang taat kepada Allah (dengan taat kepada suami) serta memelihara diri ketika suaminya tidak ada karena Allah telah menjaga mereka.

قَال رسول اللہ صلى اللہ عليه وسلم: خَيْرُالنِّسَاءِ امْرَأَةٌ إِنْ نَظَرْتَ اِلَيْهَا سَرَّتْكَ، وَ إِنْ أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ، و إنْ غِبْتَ أنْتَ حَفِظَتْكَ فیِ مَالِكَ وَ نَفْسِهَا

Nabi Muhammad SAW bersabda : Paling bagusnya wanita adalah seorang istri yang jika kamu melihat kepadanya akan menyenangkanmu dan ketika kamu memerintahkanya dia akan mematuhimu dan ketika kamu tidak bersamanya dia akan menjagamu dengan menjaga hartamu dan menjaga dirinya.

Dari hadist Nabi diatas sudah menggambarkan dengan jelas bagaimana ciri wanita yang Sholehah. Kita akan menjelaskan dengan merinci satu persatu dari makna hadist Nabi diatas :

  1. Wanita yang patuh kepada Allah dengan menjalankan semua perintahnya, baik yang berkaitan dengan ibadah atau yang bertujuan untuk memuliakannya termsuk seseorang wanita merasa dirinya tidak baik dengan hanya menjaga hati tapi tidak mau menjaga aurat. Seorang wanita yang hatinya baik maka akan mudah ditetetapkan oleh syari’at karna dia menyadari bahwa syari’at mewujudkannya untuk menutup aurat. Ini adalah kemaslahatan dirinya,keluarga dan orang lain.
  2. Patuh kepada suaminya dengan mematuhi perintah dari suaminya selagi bukan perkara yang harom. Kepatuhan seorang istri kepada suami dalam perkara halal akan mendatagkan pintu Allah SWT dan akan menjadi sebab kebahgiaan baginya di Dunia dan Akhirat.
  3. Istri yang menyenangkan jika dipandang merupakan ciri dari istri yang solehah karena ketika seorang istri menyenangkan untuk dipandang suaminya akan lebih memudahkan suaminya untuk menjaga matanya dari melihat yang harom. Ada seorang ulama berikan nasihat kepada putrinya dihari pernikahannya. Diantara nasehatnya “Wahai putriku, jagalah hidung suamimu dan jagalah pendengerannya dan jagalah matanya. Jangan sampai ia mendengar darimu kecuali ucapan yang baik dan jangan sampai suamimu melihat kepadamu kecuali nampak cantik dimatanya.” Banyak seorang istri yang kadang tidka memperdulikan penampilannya dihadapan suaminya dan bahkan lebih sering berdandan untuk orang lain daripada untuk suaminya. Maka itu adalah suatu perbuatan yang tidak pantas bagi seorang istri.
  4. Seorang istri yang sholehah akan bisa menjaga dirinya disaat suaminya tidak ada, dalam menjaga kehormatannya dan juga menjaga harta suaminya. Maknanya adalah seorang wanita yang sholehah bisa menjaga amanah dan bagaimana seorang istri menjaga kehormatan? Ia tidak akan memasukkan sembarang orang kerumahnya ketika suaminya tidak ada. Apalagi orang yang tidak disenangi oleh suaminya. Khususnya lelaki yang bukan mahromnya. Jika ternyata memasukan seseorang yang bukan mahromnya dikarenakan ada kepentingan yang tidak bisa dihindari, misalnya ada listrik yang bermasalah atau mengganti lampu yang mati dan lain sebagainya maka hendaknya seorang istri harus mengajak wanita lain atau keluarga untuk menemaninya agar terhindar dari fitnah. Seorang wanita tidak akan bisa keluar rumah kecuali dari izin suaminya. Hendaknya seorang wanita sholehah tidak akan berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan mahromnya tabpa sepengetahuan suaminya. Dan jika suaminya sudah memberikan izin maka hendaknya ia bisa menjaga adab berkomunikasi sehingga tidak akan terjadi komunikasi yang tidak sesuai dengan syari’at atau membahas sesuatu yang tidak perlu. Seorang wanita sholehah juga hendaknya masih menjaga harta suaminya dengan tidak membelanjakannya kecuali untuk sesuatu yang diizinkan oleh suaminya dan membawa maslahat bagi keluarganya. Di zaman ini banyak wanita yang tidak bisa mengontrol diri dalam membelanjakan harta suami. Kemudahan berbelanja online kadang menjadi sebab seorang wanita berbelanja sesuatu yang tidak perlu dan tidak bermanfaat atau bahkan tidak disenangi oleh suami. Maka disini seorang istri hendaknya mempunyai sifat yang Qona’ah dalam mengatur perekonomian keluarga dan juga bersikap sederhana untuk tidak memenuhi gaya hidupnya.
  5. Ciri wanita sholehah juga wanita yang tidak banyak mengeluh dan mudah bersyukur. Nabi Muhammad SAW mengatakan “banyaknya wanita yang menjadi penghuni neraka.” Para wanita yang mendengar hal tersebut langsung bertanya kepada Nabi “karena apa ya Rasulullah?” Nabi pun menjawab “يُكْثِرْنَ الشَّكَاة وَ يُكْفِرْنَ العَشِير” yang artinya banyak mengeluh dan mereka jarang bersyukur. Dalam Hadist ini Nabi memberikan nasihat kepada kita sebagai seorang muslimah, bahwa menjalani rumah tangga hendaknya seorang wanita tidak banyak mengeluh dengan apa yang dijalaninya dalam menjalani rumah tangga. Ada kebiasaan buruk wanita yang saat ini sangat marak terjadi, mereka mudah curhat kepada orang lain atau bahkan terkadang sampai pada derajat terendahnya yaitu menjelekkan suaminya dan tidak sedikit yang menjadikan permasalahan dalam rumah tangganya sehingga menjadi santapan publik. Dan itu adalah termasuk hal yang tercela. Karena ketika seorang wanita selalu mengeluh dengan apa yang terjadi dengan rumah tangganya maka akan menjadikannya sulit untuk bersyukur atas kebaikan yang diberikan oleh suaminya. Belajar dari Sayyidah Khadijah dimana beliau memberikan contoh yang luar biasa sebagai seorang istri yang tidak pernah mengeluh dan tidak pernah menuntut yang selalu memprioritaskan kebahagian suaminya di atas kebahagiaannya sendiri.
  6. Wanita sholehah adalah wanita yang bisa mengabdi kepada suaminya. Banyak wanita yang menganggap bahwa mengabdi kepada suami adalah bentuk diskriminasi kepada wanita. Jangan merasa rendah dalam berkhidmah. Bahkan Nabi sendiri menegaskan

خَيْرُ النَّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

yang artinya “sebaik-baiknya Manusia ialah yang bermanfaat untuk orang lain.” Jika berkhidmah kepada orang lain saja menjadi pangkat yang tinggi bagaimana dengan khidmah seorang istri kepada suaminya? Dimana seorang suami telah dipilih oleh Allah untuk menjadi imamnya, yang ridho suaminya akan menjadi sebab Allah ridho kepadanya, yang Syurga akan diberikan jika Allah ridho kepadanya. Maka khidmah seorang istri kepada suami bukan tanda rendahnya pangkat akan tetapi itu merupakan ciri kemuliaan seorang wanita dihadapan Allah SWT.

Seorang istri sholehah tidak akan  menceritakan kekurangan suaminya tanpa hajat yang sesuai dengan syari’at. Yang dimaksud dengan hajat disini adalah menceritakan kekurangan suami dengan tujuan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan permasalahan. Ini adalah gambaran besar untuk ciri-ciri wanita sholehah semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi wanita yang sholehah. Amiin Allahumma Amiin

Wallahu A’lam Bii Showaab…

Sumber: Ummi Fairuz Ar-Rahbini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here