Besarnya Pahala Sesuai dengan Besarnya Cobaan

501
Habib Abdul Rahman Al-Habsyi. (Foto: Republika)

Oleh: Habib Abdul Rahman Al Habsyi (Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber)
Perubahan keadaan itu bisa terjadi kapan saja sesuai dengan takdir Allah Ta’ala. Sementara semenjak diciptakan, tabiat dasar manusia memang tidak pernah merasa puas dan berkeluh kesah.

Apabila diberi kesenangan, manusia lalai dan terbuai. Sebaliknya jika diberi kesulitan, ia akan bersedih dan gelisah tak berkesudahan.

Padahal sejatinya bagi seorang mukmin, segala yang terjadi pada dirinya, seharusnya tetap menjadi kebaikan bagi dirinya.

Bahwasanya hanya orang yang beriman yang bisa lurus dalam menyikapi silih bergantinya situasi dan keadaan.

Hal ini karena ia meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Ta’ala serta tahu akan kelemahan dirinya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عِظَمُ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ.

Dari Anas bin Malik dari Rasulullah bersabda, “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan, dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Oleh karena itu, barangsiapa ridla (menerima cobaan tersebut) maka baginya keridhaan, dan barangsiapa murka maka baginya kemurkaan,” (HR. Ibnu Majah Nomor 4021)

Semoga Ridho Allah senantiasa bersama kita. Aamiin…

Barokallah fiikum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here