Berkaca dari Kuliner Halal Thailand

34

Jakarta, Muslim Obsession – Kuliner halal merupakan faktor penting dalam  mendukung tercapainya Wisata Halal yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Terlebih lagi, Indonesia sebagai negara yang penduduk nya mayoritas muslim, tentu sudah seharusnya menjadi salah satu destinasi wisata halal yang dapat diperhitungkan di mata Internasional.

Namun pesatnya perkembangan teknologi pangan membuat kita sulit menilai secara kasat mata apakah suatu bahan pangan dapat dikonsumsi oleh seorang muslim atau tidak. Oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dari praktisi kuliner, tentang titik kritis bahan pangan yang Halal.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar Talk Show INDHEX 2018 (Indonesia Halal Expo 2018) yang berlokasi di Gedung SMESCO Exhibition Hall Jl. Gatot Subroto Kav. 95 (Pancoran) Jakarta Selatan.

Di antara rangkaian kegiatan INDHEX 2018 tersebut, pada tanggal 02 November 2018 digelar Talk Show “Dunia Kuliner Dalam Wisata Halal”. Dengan narasumber  Chef Miartadi dari Asosiasi Chef Halal Indonesia, Helen Chu Owner Ummi Bakery, Ivon Widiahtuti dari LPPOM MUI dan dimoderatori oleh Meili Amalia, Founder Komunitas Cerdas Halal Myhalalkkitchen.

Melansir Halal MUI, Sabtu (3/11/2108) pada Talk show yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 ini, Ivon memaparkan titik kritis kehalalan yang perlu dicermati dalam produk kuliner serta proses Sertifikasi Halalnya.

Helen Chu selaku pelaku  UKM  memberikan kesaksiannya bahwa Sertifikat Halal merupakan bentuk jaminan yang dirasakan bak “magic” bagi usaha rotinya. Karena dengan adanya Sertifikat Halal, kepercayaan konsumen akan produknya meningkat yang diikuti dengan meningkatnya omzet serta laba usahanya.

Sedangkan Chef Miartadi menyoroti perlunya Indonesia mencontoh Thailand yang memiliki regulasi berupa Undang-Undang Makanan yang akan menjadi dasar  program kampanye Marketing Promotion bagi Kuliner Indonesia di tataran Pariwisata Dunia. Dengan UU tersebut Thailand berhasil menjadikan kuliner negaranya sebagai trend kuliner tingkat dunia.

Budaya kuliner Indonesia yang sangat beragam  memiliki potensi yang sangat besar untuk mendunia.

Apalagi jika dikaitkan dengan positioning Indonesia sebagai destinasi wisata halal dunia. Kuliner Halal menjadi sebuah keniscayaan.

Tinggal bagaimana kesungguhan kita untuk mewujudkannya yang tentu membutuhkan dukungan semua pihak baik para pelaku usahanya sendiri, masyarakat luas dan utamanya “goodwill” pemerintah sendiri.

Karena nyatanya berbagai program promosi pariwisata dan kuliner Indonesia ini masih masih dilakukan sendiri – sendiri oleh berbagai instansi. Seolah tidak ada koordinasi dan target program yang terukur dengan jelas.

Talk Show ini di tutup dengan berbagai pertanyaan hadirin yang sangat antusias bertanya beragam hal terutama terkait titik kritis kehalalan bahan kuliner.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here