Benarkah Datang Jumatan Setelah Khatib Naik Mimbar Tak Dapat Pahala?

317
Pergi Jumatan
Ilustrasi: Umat Islam pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat.

Muslim Obsession – Para orang tua dahulu sering berseloroh, pahala setiap muslim saat Jumatan (untuk shalat Jumat) berbeda level tergantung kedatangannya. Jika datangnya lebih awal dia bakal dapat unta, namun jika agak awal akan dapat sapi, dan seterusnya hingga dapat pahala telor ayam.

Benarkah demikian?

Meski tampaknya kiasan, namun perkataan para orang tua tadi rupanya sangat beralasan. Secara tak sadar, kiasan itu sebenarnya menjadi penyemangat agar seorang muslim lebih awal datang ke masjid untuk melaksanakan shalat Jumat.

Kenapa? Karena jika seseorang datang ke masjid setelah khatib naik mimbar, niscaya amalnya tidak mendapatkan catatan khusus dari malaikat penjaga pintu masjid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila hari Jumat tiba maka akan ada para malaikat di setiap pintu-pintu masjid. Mereka akan mencatat setiap orang yang datang dari yang pertama, lalu berikutnya dan berikutnya. Hingga ketika Imam telah naik di mimbarnya para malaikat pun menutup catatan-catatannya, lalu mereka ikut mendengarkan khutbah,” (HR. Bukhari 3211).

Hadits ini sejatinya menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh melaksanakan shalat Jumat. Dia akan mempersiapkan diri agar lebih awal datang ke masjid.

Semakin awal, semakin baik ganjarannya. Dia akan berupaya untuk tidak sampai telat datang setelah imam naik mimbar.

Al-Hafidz Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari menjelaskan hadis Abu Hurairah di atas, bahwa yang dimaksud malaikat menutup catatan ketika khatib naik mimbar adalah catatan berkaitan dengan keutamaan bersegera menuju Jumatan, dan bukan catatan amal lainnya.

Sementara amal mendengarkan khutbah, melaksanakan shalat, dzikir, berdoa, khusyu ketika ibadah atau semacamnya, semuanya dicatat oleh dua malaikat pencatat amal.

Ketika jumatan, ada tiga malaikat yang mencatat amal manusia. Pertama, dua malaikat pencatat amal baik dan buruk, yang selalu menyertai manusia; dan kedua, malaikat penjaga pintu masjid yang mencatat setiap mereka yang datang sebelum khatib naik mimbar, sesuai urutannya.

Berdasarkan hadits di atas, maka ketika datang telat dan khatib sudah naik mimbar, maka orang ini tidak mendapatkan catatan dari malaikat yang berjaga di depan pintu masjid. Namun setiap amalnya tetap dicatat malaikat pencatat amal.

Wallahu A’lam bish Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here