Belum Tentukan Pilihan, PBB Tunggu Keputusan Ijtima Ulama Jilid II

788
Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak (Foto: Edwin Budarso)

Jakarta, Muslim Obsession – Partai Bulan Bintang (PBB) hingg kini masih belum memutuskan pilihannya bakal koalisi dengan siapa, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin.

Keputusannya yang belum menentukan pilihan tersebut mendapat banyak kecaman di media sosial, karena PBB terlihat tidak patuh dengan ulama yang telah menyelenggarakan Ijtima Ulama di Hotel Peninsula, Jakarta, jelang pencapresan tiga minggu lalu.

“Lha, kami ini Partai Islam. Kalau tidak manut sama ulama, manut sama siapa lagi? Masa kami manut sama orang yang teriak-teriak di medsos yang tidak jelas juntrungannya, ” kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Sabtu (11/8/2018).

Ijtima Ulama yang diselenggerakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) memutuskan mendukung Prabowo sebagai capres dan salah satu dari dua ulama yaitu Ustadz Abdul Somad dan Habib Salim Segaf Aljufri sebagai cawapres.

Habib Salim, oleh sejumlah ulama yang hadir pada Ijtima Ulama, dianggap bukan sembarang ulama, karena beliau diyakini sebagai “zuriyat” atau keturunan Rasulullah Muhammad Saw.

Tetapi apa yang diputuskan oleh partai-partai “koalisi keumatan” yang tidak pernah mengajak PBB untuk musyawarah itu, justru bukan ulama, melainkan Sandiaga Uno, seorang saudagar kaya raya yang sedang menjabat Wagub DKI Jakarta.

“Karena yang dipilih bukan ulama, ya PBB nunggu dulu, nunggu bagaimana petunjuk ulama yang berijtimak di Hotel Peninsula itu. Kan mereka yang memutuskan,” imbuh Yusril.

Yusril mengaku dirinya tengah menunggu keputusan GNPF-Ulama, tapi malah digempur karena dianggap netral dan belum mengumumkan akan mendukung Prabowo-Sandi.

“Malah ada yang menuduh saya mengkhianati komando para ulama. Lha, yang berkhianat tidak memilih pendamping Prabowo adalah seorang ulama, itu siapa? Memang saya?” tanya Yusril.

Yusril menambahkan, PBB belum menentukan pilihan karena dirinya merasa tidak ikut-ikutan dan sama sekali tidak pernah diajak bicara oleh partai-partai “koalisi keumatan itu, Yusril juga merasa tidak pernah diajak bicara oleh Prabowo Subianto, “yang menganggap saya selalu berada di luar negeri ketika diajak bertemu,” kata Yusril sambil tersenyum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here