Belajarlah Kepada Padi

5763

Memberi Manfaat

Sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan padi sebagai salah satu tanaman utama. Padi adalah bahan makanan pokok yang dikonsumsi orang setelah diolah menjadi beragam makanan, seperti nasi, bubur, lontong, ketupat, dan lain sebagainya. Padi merupakan tanaman yang mampu mengenyangkan orang lapar dan memberi tenaga bagi orang-orang untuk dapat beribadah dan beraktivitas lainnya.

Begitulah sifat padi yang semestinya ditiru oleh kita. Seperti padi, kita semestinya menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Ini pula yang diajarkan Rasulullah Saw. dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim: “khairunnas anfauhum linnas,” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat banyak terhadap manusia lainnya.

Sebagai makhluk individu dan sosial, maka manusia terbaik merupakan sosok yang bermanfaat bagi orang lain dan tentu saja dirinya sendiri. Inilah manusia yang ideal dalam berkontribusi mengamalkan kemanfaatan ilmu, fisik, maupun mentalnya. Sejatinya, kita memang harus peduli terhadap diri sendiri, karena diri kita sendirilah yang memahami apa yang menjadi kebutuhan pribadi. Namun di sisi lain, kita pun tidak boleh egois, melainkan mesti menempatkan diri sebagai orang yang mau dan mampu bermanfaat bagi orang lain.

Bukankah sebagai makhluk sosial kita diperintahkan Allah Azza wa Jalla untuk saling menolong dalam kebaikan? Kita simak potongan firman-Nya dalam QS. Al-Maidah [5] ayat 2: “…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Prinsip tolong menolong di dalam Islam yang dibenarkan adalah taawanu alal birri wat taqwa, yakni tolong menolong dalam rangka berbuat kebajikan dan takwa. Sebaliknya, tolong menolong yang dilarang adalah taawanu alal itsmi wal ‘udwan, yakni tolong menolong dalam rangka berbuat dosa dan permusuhan.

Tolong menolong dalam kebaikan beragam bentuknya, antara lain menularkan ilmu kepada orang lain, membantu orang-orang yang kesusahan, bergotong-royong membersihkan lingkungan, mengajak orang-orang untuk shalat berjamaah, membantu orang sakit, dan lain sebagainya. Orang-orang yang bermanfaat seperti ini akan dicintai banyak manusia karena kepeduliannya terhadap sekitar dan bisa membawa pengaruh yang baik. Perilaku kesehariannya lebih banyak diisi oleh kebaikan, ucapannya senantiasa didengar, menjadi inspirator, dan lebih banyak berbuat daripada berbicara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here