Belajar dari Abu Bakar As-Shidiq untuk Jauhi Sifat ‘Ujub

212

Muslim Obsession – Hal lumrah jika setiap manusia senang dipuji. Hanya saja, jangan sampai pujian tersebut menjadi ‘ujub (merasa paling baik) dan sombong.

Kisah menarik terjadi ketika dalam khutbahnya, Rasulullah ﷺ bersabda: ”Sesungguhnya, setiap manusia Allah SWT berikan dua pilihan antara hidup di dunia dan melakukan apa pun sesuai kehendaknya, lalu memakan apa pun yang ia inginkan, atau bertemu Tuhannya.”

Mendengar khutbah itu, Abu Bakar meneteskan air mata. Salah seorang sahabat lain berkomentar, ”Apakah kalian tidak kagum melihat Abu Bakar yang saleh ini, ketika Rasulullah SAW dalam khutbahnya mengatakan bahwa manusia itu diberi dua pilihan, antara memilih dunia atau lebih memilih bertemu dengan Tuhannya, Abu Bakar lebih memilih Tuhannya?”

Baca juga: Saat Membaca Ayat Ini, Sahabat Umar bin Khattab Tak Henti Menangis

Saat itu, sudah menjadi rahasia umum jika Abu Bakar merupakan sahabat yang paling memahami apa yang Rasulullah ﷺ sabdakan.

Abu Bakar kemudian mendekati Rasulullah ﷺ dan berkata, ”Wahai Rasulullah, tidak hanya memilih bertemu dengan Allah, saya bahkan akan mendarmabaktikan diri dan hartaku untukmu.”

Mendengar perkataan Abu Bakar, Rasulullah ﷺ lalu bersabda, ”Rasanya tidak ada seorang pun yang lebih amanah dalam persahabatan dan tanggung jawab terhadap hartanya, selain Ibnu Abi Quhafah (Abu Bakar). Seandainya aku akan menjadikan seseorang sebagai teman sejati, maka akan aku pilih Ibnu Abu Quhafah.” (HR Tirmidzi dari Abu al-Mu’alla).

Baca juga: Ketika Abu Bakar Menolak Perintah Nabi Hingga Tiga Kali

Keberanian Abu Bakar menemani dan menjaga Rasulullah ﷺ saat hijrah, kedermawanannya, maupun kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ patut menjadi teladan. Jadi sangat pantas jika Abu Bakar menadapat pujian seperti itu dari Rasulullah ﷺ.

Tapi, begitulah Abu Bakar. Sahabat sekaligus mertua Rasulullah ﷺ ini tak pernah merasa dirinya lebih baik. Ia kendalikan hasratnya untuk tidak memiliki sifat ‘ujub dalam hatinya, salah satunya dengan berdoa:

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

Baca juga: 7 Prinsip Kebahagiaan dari Ali bin Abi Thalib

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka”.

(Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here