Begini Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

1402
Begini Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Muslim Obsession – Waktu pelaksanaan shalat gerhana bulan adalah sejak mulainya gerhana (bulan mulai tertutupi) hingga gerhana berakhir (bulan kembali ke kondisi semula).

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, jika gerhana bulan terjadi hingga pagi hari, maka waktu shalat gerhana bulan berakhir dengan terbitnya matahari. Namun ia tidak berakhir dengan terbitnya fajar.

Adapun secara teknis, shalat sunah gerhana bulan sendirian adalah sebagai berikut:

  1. Takbiratul Ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
  2. Membaca
  • Doa Iftitah dan berta’awudz
  • Surat Al-Fatihah
  • Surat dalam Al-Quran yang panjang (seperti QS. Al-Baqarah) sambil dikeraskan suaranya, bukan lirih. Sebagaimana  terdapat dalam hadits Aisyah, “Nabi Saw. mengeraskan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  1. Rukuk sambil memanjangkannya
  2. I’tidal sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidan, Rabbana wa Lakal Hamdu”
  3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat dalam Al-Quran yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
  4. Rukuk kedua panjangnya lebih pendek dari rukuk pertama. Dari Ibnu Abbas ra berkata, “Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah Saw. melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau rukuk sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu rukuk lagi tapi sedikit lebih pendek dari rukuk yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian rukuk panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  5. Bangkit dari rukuk I’tidal
  6. Sujud panjangnya sebagaimana rukuk
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud panjangnya sebagaimana rukuk
  9. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  10. Tasyahud Akhir
  11. Mengucapkan salam
  12. Istighfar dan doa.

Disunahkan berdoa setelah shalat gerhana. Doa di waktu ini merupakan salah satu doa yang mustajabah. “Sesungguhnya matahari dan bulan itu adalah dua tanda kekuasaan Allah, agar hamba takut kepada-Nya. Terjadinya gerhana matahari dan bulan itu bukanlah karena kematian seseorang. Maka jika engkau melihatnya, maka shalatlah dan berdoalah hingga gerhana itu tersingkap dari kalian,” (HR. An-Nasa’i; shahih). (Vina – Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here