Begini Cara Rasulullah Berobat dengan Al-Quran

461
Al-Fatihah

Muslim Obsession – Kitab suci Al-Quran yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki keutamaan bagi para pecintanya. Di antaranya, Al-Quran dapat menjadi obat (syifa) bagi orang-orang yang beriman kepada Allah.

Demikian di antara isi taushiyah yang disampaikan Syekh Al-Habib Majdi Yahya Asy-Syarif dari Madinah dalam Coffee Morning di Mushalla Al-Ikhlas Candraloka, Telaga Kahuripan, Bogor, Ahad (27/10/2019) pagi.

Al-Habib Majdi menukil ayat 82 dari QS. Al-Israa’ yang artinya, “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”.

Diterjemahkan oleh Ustadz Ibnu Awwaliansyah, Al-Habib Majdi menjelaskan bahwa Rasulullah biasa berobat dengan menggunakan Al-Quran. Saat sakit, beliau membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas kemudian ditiupkan ke dua telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau.

“Cara merukyah diri sendiri ini lebih utama dibandingkan kita minta dirukyah oleh orang lain,” tuturnya.

Syekh Al-Habib Majdi Yahya Asy-Syarif dari Madinah saat memberikan taushiyah dalam Coffee Morning di Mushalla Al-Ikhlas Candraloka, Telaga Kahuripan, Bogor, Ahad (27/10/2019) pagi. (Foto: IMF)

Al-Habib Majdi menganjurkan agar jamaah rutin membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas usai melaksanakan Shalat Subuh dan Maghrib masing-masing dibaca sebanyak 3 kali.

Selain tiga surah tersebut, tambahnya, Surah Al-Fatihah juga dapat dibaca sebagai upaya pengobatan. Bahkan ada salah seorang sahabat Rasulullah, ketika sakit selalu mengobati dirinya dengan membaca Al-Fatihah.

“Surah Al-Fatihah khusus diturunkan untuk Nabi Muhammad dan surah ini merupakan obat dari segala macam penyakit dan racun,” jelasnya.

Satu surah lainnya yang di dalamnya terdapat keberkahan adalah Surah Al-Baqarah. Sehingga jika seseorang memiliki hajat dan memintanya kepada Allah maka dianjurkan untuk membaca Surah Al-Baqarah. Apapun hajatnya, baik soal rezeki, kesembuhan, meminta anak, dan lainnya, baca Surah Al-Baqarah lalu berdoa kepada Allah.

“Hanya saja sebagian kita punya iman lemah, sehingga ketika sakit kita langsung ke dokter. Padahal orang beriman ketika sakit, ia lebih dekat dengan Al-Quran dan khusus membaca Al-Quran. Makanya orang yang meninggalkan Al-Baqarah dia akan menyesal,” tegasnya.

Kendati demikian, Al-Habib Majdi mengingatkan agar setiap usaha yang dilakukan harus dengan ikhlas dan disertai niat karena Allah. Karena apapun amal yang dilakukan tanpa niat dan ikhlas pasti akan sia-sia bahkan bisa mendapat murka Allah subhanahu wa ta’ala. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here