Baginda Nabi: Demi Allah, Tidak Ada yang Dapat Gantikan Khadijah

334
Ilustrasi Wanita Shalihah

Muslim Obsession – Khadijah Al-Kubra binti Khuwailid adalah istri pertama Rasulullah Saw. yang amat beliau cintai. Bahkan Nabi menyebut nama Khadijah saat beliau mengatakan bahwa ada empat wanita yang dijamin masuk surga.

“Sesungguhnya, wanita ahli surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Rasulullah Saw, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Mazahim.” (HR. Hakim dan Muslim)

Dari rahim Khadijah, lahirlah enam orang anak keturunan Muhammad. Dua anak laki-laki mereka Al-Qasim dan Abdullah At-Tahir At-Tayyib meninggal saat masih bayi. Sedangkan empat anak perempuannya ialah, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah Az-Zahra.

Sungguh, Muhammad sangat bangga karena ia telah menikahi wanita yang selalu menemani, mendukung dan amat mencintainya. Sebagai salah satu bentuk kasih sayang, kepercayaan, sekaligus perhatian Khadijah kepada Muhammad, dia tunjukkan saat Muhammad menerima wahyu pertamanya dan diangkat menjadi Nabi.

Dikutip dari buku Engkaulah Bidadari Para Penghuni Surga, tatkala Nabi pulang dari Gua Hira usai menerima wahyu, Khadijahlah yang berada di samping Rasulullah yang tampak menggigil dan bercucuran keringat.

“Selimuti aku! Selimuti aku!” ujar Nabi kepada istrinya Khadijah.

Khadijah dengan lembut melimpahkan rasa damai dan tenang ke dalam hati suaminya yang sedang dilanda kegelisahan itu. Khadijah dengan penuh cinta dan hormat mendukung Baginda agar tidak takut. Karena suaminya itu menurut Khadijah adalah manusia mulia yang pantas diangkat menjadi Rasul Allah.

Tutur kata manis dari sang istri menjadikan Nabi lebih percaya diri dan tenang. Dengan kalimat itu, tenteramlah hati Baginda. Hal itu menambah semangat Nabi Muhammad untuk menyebarluaskan agama Allah ke seluruh penjuru dunia. Ditambah kedermawanan Khadijah dengan dukungan harta di jalan Allah.

Mengarungi bahtera rumah tangga bersama Nabi selama lebih dari 20 tahun, tiba waktunya Khadijah dipanggil sang Maha Kuasa. Alangkah sedih dan pedihnya hati Rasulullah ditinggal oleh sang istri tercinta. Hingga tahun itu disebut sebagai ‘Aamul Huzni’ atau tahun kesedihan dalam kehidupan Rasulullah.

Segala kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati Nabi sampai beliau wafat. Bahkan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa bertahun-tahun kemudian setelah wafatnya Khadijah, di depan Aisyah, Rasulullah masih juga sering menyebut nama Khadijah hingga Aisyah merasa sangat cemburu.

Cemburunya Aisyah itu disebutkan dalam sebuah hadist, “Tidaklah aku cemburu kepada salah seorang istri-istri Nabi Saw. sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya.” (HR. Muslim)

“Ah, perempuan tua itu engkau sebut-sebut juga, padahal Allah Swt telah memberi ganti yang lebih baik darinya,” kata Aisyah kepada Nabi yang selalu menyebut-nyebut nama Khadijah di depannya.

Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. murka hingga berguncang rambut di ubun-ubunnya. Beliau kemudian bersabda, “Demi Allah, tidak ada yang dapat menggantikan Khadijah. Dia beriman kepadaku, ketika manusia mengingkariku. Dia mempercayaiku, ketika orang lain mendustakanku. Dia memberikan hartanya untukku ketika orang lain mengharamkan harta mereka. Dia memberiku keturunan, ketika istriku yang lain tidak sanggup memberikannya.”

Wallahu A’lam bish Shawab..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here