Arab Saudi Berkomitmen Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah

442
Waspada Penyakit Saat Ibadah Haji (Foto: Kemenag)

Jeddah, Muslim Obsession – Peningkatan layanan terhadap jamaah haji dan umrah terus dilakukan Pemerintah Arab Saudi. Pemanfaatan teknologi terkini menjadi salah satu fokus utama pelayanan dari pihak Kerajaan. Hal ini pun menjadi bahasan dalam Pameran Pencegahan Risiko dan Keamanan Nasional Saudi di Riyadh.

Direktur Utama Estmrarya Management Consulting, Ahmed Riad, mengatakan pihaknya telah menjalin kemitraan baru dengan Kementerian Haji dan Umrah Saudi. Keduanya siap meluncurkan aplikasi elektronik baru yang dirancang untuk mengumpulkan data informasi besar tentang jemaah.

“Aplikasi ini memungkinkan jemaah untuk memasukkan informasi pribadi mereka, seperti usia dan status kesehatan. Di samping itu, analisis data ini akan membantu pihak berwenang memprediksi potensi masalah dan menangani jamaah dengan lebih cepat dan mudah,” ujarnya seperti dikutip Arab News, Senin (12/11/2018).

Sementara, Direktur Penjualan dan Pemasaran dengan Thales Group, Iyad Ibrahim, mempresentasikan strategi terpadu tentang bagaimana mengelola kepadatan jamaah selama musim haji dan umrah melalui pengembangan sistem terintegrasi.

Sistem itu akan menganalisis data untuk membantu pihak yang berwenang membuat keputusan yang tepat lebih cepat. Thales Group adalah perusahaan multinasional Prancis yang mendesain dan membangun sistem kelistrikan.

Ibrahim mengatakan, sistem yang diusulkan perusahaannya akan menghubungkan semua situs-situs suci melalui sistem terintegrasi yang menganalisis video, foto, dan data. Dengan demikian, sistem akan memudahkan untuk mengontrol dan mengelola kerumunan jamaah, dan menemukan serta menangani perilaku yang tidak biasa.

CEO Northrop Grumman di Timur Tengah, Waleed Abu Khalid, mengatakan mereka sedang bekerja dalam sebuah strategi yang selaras dengan Visi 2030. Di samping, melakukan kontrak dengan perusahaan lokal dengan tujuan untuk menyalurkan pengetahuan dan teknologi ke perusahaan lokal.

“Lebih dari 100 ribu siswa Saudi belajar di universitas-universitas Amerika, yang keahliannya akan menguntungkan Kerajaan di masa depan. Kami fokus dalam berurusan dengan lulusan AS melalui program khusus musim panas,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mencoba untuk memotivasi anak-anak lelaki dan perempuan Saudi untuk memasuki bidang teknologi, bekerja sama dengan Unversitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi King Abdullah. Kompetisi khusus yang sukses untuk pemuda Saudi, berfokus pada tantangan yang dihadapi Kerajaan dalam sains, teknik dan disiplin lain yang terkait dengan lingkungan atau teknologi canggih.

Abu Khalid menyerukan agar para investor bisnis memasuki industri teknologi, yang menurutnya menawarkan peluang yang menjanjikan. Hal itu menurutnya terbukti dalam Visi 2030, yang menyerukan lokalisasi industri keamanan mencapai 50 persen, daripada mengandalkan pemasok luar.

Ia menambahkan, kerjasama dengan perusahaan internasional untuk meningkatkan industri keamanan yang maju di Kerajaan perlu mencakup pembentukan pusat penelitian yang berkaitan dengan teknologi di bidang keamanan dan keselamatan. Di samping, adanya penguatan kerjasama akademik antara universitas Saudi dan instansi pemerintah.

“Kami ingin menyingkirkan prinsip ‘membeli untuk digunakan’ melalui penyediaan sumber daya manusia yang diperlukan yang memungkinkan kami untuk memproduksi. Jika tidak, kami akan terus bekerja dalam prinsip ini selama 20 tahun mendatang. Bersama dengan pebisnis, universitas, dan pusat penelitian, Kerajaan dapat mengembangkan teknologi yang dimilikinya, bukan hanya membeli,” paparnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here