Apa Perbedaan Iblis, Jin dan Setan? Ini Penjelasan Sempurna dari Quraish Shihab

2153

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam Islam semua orang yang beriman harus percaya dengan sesuatu yang ghaib. Banyak di alam semesta ini yang sifatnya ghaib. Setan adalah salah satu makhluk yang sifatnya ghaib, tidak terlihat. Dan umumnya kita sering mendengar istilah setan, jin dan iblis.

Lantas apa sih perbedaan antara jin, iblis dan setan. Apakah ketiganya sama atau beda? Untuk menjawab pertanyaan itu, Direktur Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) Prof Quraish Shihab menyembut ada perbedaan antara jin, iblis dan setan. Menurutnya, iblis itu adalah jin yang paling buruk di alam semesta ini.

“Jin yang paling top buruknya adalah iblis. Dia ini hanya seorang jumlahnya satu. Usianya panjang sampai hari kiamat,” ujar Quraish seperti dikutip Muslim Obsession dalam akun Najwa Shihab di Youtube, dalam program Shihab & Shihab dengan tema Iblis dan Setan, Ahad (26/4/2020).

Ketika merayu Adam dan Hawa di surga itu adalah jin yang disebut iblis. Quraish menuturkan, dia dinamakan iblis karena punya sifat sombong dan angkuh. Atau bisa juga dinamakan iblis karena dia putus asa dari Rahmat Tuhan.

“Karena dia menolak sujud, dan dia diusir dari Allah, maka dia putus asa dari rahmat Allah,” jelasnya.

Ada pun setan, kata Quraish, adalah semua yang membangkang dari perintah Allah dan selalu mengajak pada pembangkangan. Setan itu bentuknya ada dua, setan yang berbentuk jin dan setan yang berbentuk manusia.

“Ada orang jahat mengajak kepada kejahatan. Ada orang jahat tidak mengajak kepada kejatahan. Orang yang jahat dan mengajak kepada kejahatan itu disebut setan,” papar Quraish.

“Kalau dia jahat tapi belum mengajak kepada kejahatan belum dinamakan setan,” tambahnya.

Sedangkan jin adalah salah satu jenis makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki sifat fisik tertentu, berbeda dengan jenis manusia atau malaikat. Jin, diciptakan dari bahan dasar api. Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam dua hal:

Pertama, Jin memiliki akal dan nafsu, sebagaimana manusia juga memiliki akal dan nafsu. Kedua, jin mendapatkan beban perintah dan larangan syariat, sebagaimana manusia juga mendapatkan beban perintah dan larangan syariat.

Oleh karena itu, ada jin yang muslim dan ada jin yang kafir. Ada jin yang baik dan ada jin yang jahat. Ada jin yang pintar masalah agama dan ada jin yang bodoh. Bahkan ada jin Ahlussunnah dan ada jin pengikut kelompok sesat, dan seterusnya.

Quraish yang juga pakar ilmu tafsir ini menjelaskan bahwa jin itu makhluk dan setan itu sifat. Karena setan itu sifat, maka dia melekat pada makhluk dan bukan berdiri sendiri. Setan itu adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan, atau semacamnya.

Karena itu dalam paparanya, Quraish mengajak kepada umat Islam untuk selalu berdoa agar terhindar atau berlindung dari gangguan iblis dan setan. Karena saat diusir Tuhan, iblis berjanji akan menggoda manusia dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri.

“Masih ada dua penjuru di mana setan dan iblis tidak bisa menggoda manusia, yakni atas dan bawah. Kalau mau terhindar dari godaan setan, maka berdoalah ke atas kepada Tuhan. Atau sadarilah kelemahan anda sebagai manusia, jalankan kewajiban, maka anda tidak akan tergoda dari setan,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here