Allah Ta’ala Gembira Atas Taubat Hamba-Nya

121

Oleh: Ustadz H. Abdul Ghoni Djumhari (Wakil Lembaga Dakwah Parmusi Pusat)

وعن أبي حمزةَ أنسِ بنِ مالكٍ الأنصاريِّ- خادِمِ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم رضي الله عنه- قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: اللهُ أفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرهِ وقد أضلَّهُ في أرضٍ فَلاةٍ. مُتَّفَقٌ عليه

وفي رواية لمُسْلمٍ: اللهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يتوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتهِ بأرضٍ فَلاةٍ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابهُ فأَيِسَ مِنْهَا، فَأَتى شَجَرَةً فاضطَجَعَ في ظِلِّهَا وقد أيِسَ مِنْ رَاحلَتهِ، فَبَينَما هُوَ كَذَلِكَ إِذْ هُوَ بِها قائِمَةً عِندَهُ، فَأَخَذَ بِخِطامِهَا، ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الفَرَحِ: اللَّهُمَّ أنْتَ عَبدِي وأنا رَبُّكَ! أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الفَرَحِ

“Dari Abu Hamzah iaitu Anas bin Malik Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, pelayan Rasulullah ﷺ, katanya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang jatuh di atas untanya dan oleh Allah ia disesatkan di suatu tanah yang luas,” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian: “Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang berada di atas kendaraannya – yang dimaksud ialah untanya – dan berada di suatu tanah yang luas, kemudian menyingkirkan kendaraannya itu dari dirinya, sedangkan di situ ada makanan dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon terus tidur berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa sama sekali dari kendaraannya tersebut. Tiba-tiba di kala ia berkeadaan sebagaimana di atas itu, kendaraannya itu nampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata: “Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu”. Ia menjadi salah ucapannya kerana amat gembiranya.”

Baca juga: Keajaiban-Keajaiban dengan Banyaknya Beristighfar

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits:

1- Kecintaan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya yang bertaubat.

2- Kegembiraan Allah Ta’ala di kala mengetahui ada hamba-Nya yang bertaubat itu adalah lebih sangat dari kegembiraan orang yang tersebut dalam cerita di atas itu.

3- Sesungguhnya apa yang dikatakan seseorang kerena gembiranya, salah maka tidak dianggap dosa dengannya.

4- Keberkahan kepasrahan terhadap urusan Allah Ta’ala.

Baca juga: Jangan Ragu Bicara Politik di Manapun Kita Berada

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Seseorang harus punya roja’ supaya tidak putus asa.

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung,” (QS. An-Noor: 31).

2- Taubat Nasuha

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya),” (QS. At-Tahrim: 8).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here