Algoritma Jumlah Jamaah Tawaf di Makkah 

1443
Potret Kabah (Photo: Arab News)

Muslim Obsession – Pihak manajemen jamaah di Masjidil Haram menerapkan algoritma cerdas untuk memastikan kelancaran lalu lintas jamaah di sekitar Ka’bah.

Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah urutan atau langkah-langkah penghitungan untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan.

Dikutip dari Arab New, Direktur Manajemen Jamaah, Fares bin Fayez Mulla mengatakan bahwa anggotanya difokuskan pada studi dan pengelolaan jamaah. Dengan tugas memberikan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan jamaah untuk bergerak.

Anggota juga bertanggung jawab mengatur arah dan kepadatan saat Thawaf.

“Tim bekerjasama dengan pemerintah dan akademisi untuk memberikan pelayanan terbaik atas semua fasilitas yang disiapkan. Semuanya berjalan dengan teknologi dan peralatan terbaru,” jelasnya.

Fares juga mengatakan, manajemen massa tersedia sepanjang tahun untuk mengukur dan mempelajari tingkat kepadatan jamaah oleh tim lapangan di semua tempat pada waktu yang ditentukan.

“Hal ini juga yang nantinya akan kami presentasikan kepada pejabat setempat untuk membuat keputusan yang tepat,” tutur Fares.

Fares menunjukkan bahwa pemantauan dan pengamatan yang mereka lalukan kini menjadi lebih baik. Tahun-tahun mendatang diharapkan kita akan melihat peningkatan jumlah peziarah ke Masjidil Haram.

Kendari demikian ia juga mengeluhkan bahwa pengamatan yang paling menonjol yang mereka pantau adalah kesalahan yang sering dilakukan beberapa peziarah.

“Beberapa peziarah tidak mengikuti pedoman. Mereka memasuki jalan yang salah di beberapa pintu masuk atau koridor. Padahal sudah ada tanda dan petunjuk arah dalam berbagai bahasa di seluruh Masjid Suci,” keluhnya.

Namun, menurut Fares, dengan pengamatan mereka yang berulang-ulang, diharapkan mampu untuk mencari solusi dan alternatif melalui sistem dan program yang canggih. Meskipun, hal ini harus melalui pertimbangan spesialis.

Dia juga mengatakan bahwa kapasitas halaman mataf (sekitar Ka’bah) beserta lantainya adalah 107.000 jamaah yang berputar per jam. Sedangkan kapasitas halaman mataf-nya hanya 30.000 per jam.

Seorang pakar kerumunan jamaah mengatakan bahwa perhitungan kepadatan dan jumlah jamaah di pelataran mataf dapat ditangani dengan menghitung lapangan persegi. Yaitu daerah virtual digital dengan perhitungan manusia yang spesifik. Jika diisi, mereka menunjukkan kepadatan tertentu.

Dia menjelaskan, bahwa metode ini digunakan dalam pengukuran kerapatan kerumunan orang di lapangan luas di Eropa, dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melalui pengukuran ini, pengamat dan analis bisa mengantisipasi sifat alamiah yang bisa ditimbulkan oleh kerumunan jamaah. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here