Akhirnya, Ustadz Abdul Somad pun Komentari Kalung Anti Corona

170
Ustadz Abdul Somad (UAS).

Jakarta, Muslim Obsession – Hingga saat ini tidak ada obat yang dinyatakan mumpuni bisa menyembuhkan pasien terpapar virus Corona, sehingga banyak upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

Satu di antaranya adalah memakai kalung ‘antivirus’, seperti yang dirilis Kementerian Pertanian (Kementan).

Kalung eucalyptus diklaim Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan sebagai ‘antivirus’ Corona yang viral setelah dikenalkan kepada publik pada awal Mei 2020 lalu.

Tanggapan beragam pun muncul di masyarakat terkait kalung anti corona tersebut. Sebagian masyarakat meragukan keampuhan kalung tersebut karena tak ada relevansi antara kalung antivirus dengan paparan virus corona.

Lalu, bagaimana tanggapan Ustadz Abdul Somad (UAS)? Apa pendapat ‘ustadz sejuta umat’ ini dilihat dari perspektif tauhid?

Mengawali jawabannya, UAS membacakan sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah kalian berobat dengan dua hal, yakni madu dan Al-Quran,” (ihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h.1142, hadist no.3452, bab Madu).

UAS kemudian memberikan perbandingan antara madu dan batu yang sama-sama benda. Menurutnya, meski sama-sama benda, namun madu dan batu berbeda.

“Madu, logis. Dicek, diteliti isi kandungan madu itu ternyata ada korelasinya dengan kesehatan. Begitu juga dengan habbatussauda. Jintan hitam ini sudah diteliti dijadikan kapsul, itu ada korelasinya,” jawab UAS dalam sebuah tayangan yang diunggah akun resmi miliknya di Instagram.

Sedangkan batu, tegasnya, tidak ada korelasinya. Karena bisa jadi di dalam batu tersebut ada jin atau karena orang tersugesti lalu rusak keyakinannya.

Oleh karenanya, jelas UAS, Islam mengajarkan pengobatan itu dilakukan dengan tiga macam. Pertama, di zaman Nabi jika ada orang sakit maka akan disarankan untuk berobat kepada seorang tabib bernama Harits bin Kaldah.

“Harits bin Kaldah ini alumni dari universitas medis Jundisabur, sebuah kota yang dahulu maju di bidang medis. Lokasinya sekarang di Persia. Jadi medis dikedepankan,” tutur UAS.

Kedua, berobat dengan ruqyah. Dimana pengobatannya dilakukan dengan cara membaca atau dibacakan dzikir dan doa, seperti jika diganggu jin.

“Ada juga yang bersifat herbal. Seperti Nabi menyebut tentang madu, habbatussauda, dan obat-obat lainnya. Ada jamur untuk obat sakit mata, begitu juga dengan celak dan lain sebagainya yang ada korelasinya,” terangnya.

Di akhir paparannya, UAS mengatakan bahwa belum ada yang bisa membuktikan kalung anti corona ini termasuk jenis madu, habbatussauda, yang ada korelasinya dengan medis. Atau membuktikan apakah kalung anti corona ini sejenis batu Ponari.

“Itu yang mengeluarkan hasil penelitiannya dari Ikatan Dokter Indonesia. Kita tunggu hasil penelitiannya IDI. Kalung anti corona ini jenis batu Ponari atau obat herbal atau batu Korea yang punya getaran langsung ke jantung? Wallahu a’lam,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here