AH Nasution: Tuhan Maha Besar! 

625

Muslim Obsession – Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution di era kepemimpinan Presiden Soekarno antara lain pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) periode 1955-1962, dan Menteri Pertahanan dan Keamanan (1959-1966). AH Nasution salah seorang perwira tinggi TNI AD yang anti PKI. Nasution berperanan besar memimpin operasi penumpasan gerakan PKI di Madiun tahun 1948.

Pada Jumat pagi hari 1 Oktober 1965 pasukan yang menyebut dirinya Gerakan 30 September (G30S) melancarkan aksi menculik dan membunuh jenderal-jenderal TNI AD yang anti PKI dan dituding akan melakukan makar terhadap Soekarno. Enam jenderal yang diculik dan dibunuh, yaitu Ahmad Yani, Raden Soeprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Siswondo Parman, Donald Isaac Panjaitan, dan Sutoyo Siswodiharjo. Seorang perwira pertama TNI AD, yakni Letnan Satu Pierre Andreas Tendean, juga dibunuh.

Nasution juga termasuk yang menjadi sasaran utama penculikan kelompok G30S. Letnan Doel Arief yang memimpin pasukan untuk menangkap Nasution dan timnya yang terdiri dari empat truk dan dua mobil militer berjalan menyusuri Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat yang sepi pada pukul 4 pagi. Rumah Nasution di No 40, rumah sederhana dengan satu lantai. Penjaga rumah di pos jaga di luar rumah melihat kendaraan yang datang, tetapi setelah melihat orang-orang itu adalah tentara dia tidak curiga dan tidak menelepon atasannya.

Sersan Iskaq yang bertanggung jawab menjaga rumah saat itu. Iskaq berada di ruang jaga di ruang depan bersama dengan setengah lusin tentara, beberapa di antaranya sedang tidur. Seorang penjaga sedang tidur di taman depan dan satu lagi sedang bertugas di bagian belakang rumah. Dalam sebuah pondok yang terpisah dua ajudan Nasution sedang tidur, yakni seorang letnan muda bernama Pierre Tendean dan ajun komisaris polisi Hamdan Mansjur.

Sebelum alarm menyala, pasukan Letnan Doel Arief telah melompat pagar dan menguasai para penjaga yang mengantuk di pos jaga dan ruang jaga. Yang lainnya masuk dari seluruh sisi rumah dan menutupinya dari belakang. Sekitar lima belas tentara masuk ke rumah.

Nasution dan istrinya, Johanna Sunarti, terganggu oleh nyamuk dan terjaga. Mereka tidak mendengar para penjaga yang telah dikuasai, tetapi Johanna mendengar pintu dibuka paksa. Dia bangkit dari tempat tidur untuk memeriksa dan membuka pintu kamar tidur. Ia melihat tentara Cakrabirawa (pasukan pengawal presiden) dengan senjata siap menembak. Dia menutup pintu dan berteriak memberitahu suaminya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here