Ada Chip di Dalam Vaksin Covid-19, Hoax atau Fakta?

325
Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 Sinovac. (Foto: Edwin B/ Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Opini yang mengatakan bahwa ada chip di dalam vaksin COVID-19 beredar kencang di sejumlah platform media sosial. Hasilnya, masyarakat dicekam ketakutan untuk menerima suntik vaksin COVID-19 dari pemerintah.

Mengutip covid19.go.id, Kamis (21/1/2021), Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), opini tersebut salah satunya disiarkan akun Twitter sarang hamnida (@kharimakharima1) mengunggah cuitan berupa satu video kompilasi beberapa potongan video.

Dalam video tersebut terdapat wawancara Erick Thohir di Mata Najwa, presentasi Bill Gates, dan Jay Walker selaku CEO APIJECT di CBN News. Cuitan tersebut disertai dengan narasi yang menyebutkan bahwa Erick Thohir menjelaskan chip yang terdapat dalam vaksin COVID-19 dapat mengontrol manusia setelah disuntikannya.

Berdasarkan hasil penelusuran, KPCPEN menyebut bahwa narasi cuitan tersebut tidak tepat.

Baca juga: Telaah Vaksinasi: Dari Sejarah Hingga Hukumnya

Pertama, pada video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa episode “Vaksin Siapa Takut” hari Rabu, 13 Januari 2021, Erick Thohir tidak menyebutkan adanya chip di dalam vaksin, melainkan barcode pada botol dan kemasan vaksin COVID-19 yang diperlukan dalam pelacakan vaksin, seperti mengetahui kepada siapa vaksin tersebut disuntikkan.

“Kembali kita bicara kepada sebuah sistem yang harus bisa meminimalisir resiko, apalagi ini menyangkut rakyat Indonesia. Maka dari itu, sejak awal, Biofarma melakukan barcode di sini (menunjukkan botol vaksin) bisa terlihat. Jadi misalkan tadi Raffi habis disuntik itu masuk ke barcode. Satu kotak ini ada barcodenya, nanti masuk ke cool chain yang dikirim ke daerah yang truk-truknya bisa kita lacak sudah sampai di mana, nomor mobilnya apa, dan ada kejadian apa,” ujar Erick Thohir sambil menunjukkan botol dan kotak vaksin.

Terkait ini, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga juga turut membantah adanya chip dalam vaksin COVID-19. Ia menjelaskan, barcode yang ada pada kemasan vaksin diperlukan agar vaksin dapat terdata dan tidak dipalsukan.

Baca juga: Dimulai dari Tenaga Kesehatan, Inilah Empat Tahap Vaksinasi Covid-19

“Pasti yang menyebarkan ini hoax ya, memelintir lah informasi, yang dimaksud Pak Erick Thohir itu adalah bahwa yang namanya barcode itu, vaksin itu, itu terdata supaya jangan ada barcode yang palsu. Vaksin yang satu ini punyanya si A gitu, jadi ketahuan langsung dia datanya. Jadi semuanya ada barcode-nya, jadi vaksin yang ini dipakai untuk yang ini,” jelas Arya.

Kedua, video Bill Gates yang digunakan dalam cuitan tersebut merupakan video yang direkam saat Bill Gates menyampaikan pesan di Global Policy Forum (GRF) yang diadakan oleh Alliance for Financial Inclusion di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10-12 September 2013. Ia menyebutkan, salah satu inovasi seperti vaksin telah mengubah masa depan miliaran orang. Ia juga sama sekali tidak menyinggung adanya chip di dalam vaksin.

Baca juga: Catat! 17 Golongan Ini Tidak Bisa Diberi Vaksin Sinovac

Ketiga, video terakhir yang digunakan dalam video kompilasi itu adalah video Jay Walker selaku CEO APIJECT yang diwawancarai oleh CBN News pada 22 Mei 2020. Ia memaparkan bahwa projek yang sedang ia jalani bertujuan untuk memastikan jutaan dosis vaksin siap disuntikkan pada akhir tahun 2020 di Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga menjelaskan chip dengan nomor serial pada vaksin didesain layaknya barcode untuk mengetahui dosis yang tepat belum kadaluwarsa dan tidak ada informasi lain selain terkait dosis vaksin.

“Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, cuitan unggahan akun Twitter sarang hamnida (@kharimakharima1) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan,” demikian simpulan yang disampaikan KPCPEN dalam website resminya tersebut. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here