Ketua ICYF: Islamofobia adalah Penyakit

72

Muslim Obsession – Islamofobia bukan hanya fenomena sosiologis dan tidak dapat dijelaskan dengan satu alasan.

“Islamofobia adalah penyakit, anomali yang muncul bersamaan dengan dinamika temporal dan spasial,” kata Presiden Forum Pemuda Kerjasama Islam (ICYF) Taha Ayhan, kepada Anadolu Agency (AA) dikutip Senin (9/8/2021).

Memperhatikan bahwa wacana terhadap semua agama, termasuk Islam, telah meningkat di seluruh dunia, Ayhan mengatakan upaya diskriminatif menargetkan Islam khususnya.

“Meskipun Islam dikirim untuk seluruh umat manusia, adalah agama umum bagi umat manusia, dan diterima sebagai warisan bersama, namun diserang seolah-olah itu milik peradaban tertentu dan asing bagi semua yang lain,” ucapnya.

Ayhan mengatakan politisi seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemimpin Partai untuk Kebebasan di Belanda, Geert Wilders, mencoba membuka wilayah untuk diri mereka sendiri dalam politik domestik dan internasional, memposisikan diri mereka melalui Islamofobia.

Mengingat upaya untuk membentuk kembali Islam telah berlangsung di negara-negara Eropa, terutama Perancis dan Jerman, Ayhan mengatakan, “Diskriminasi terhadap Muslim bertentangan dengan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, serta nilai-nilai dasar yang dirujuk oleh Uni Eropa, Dewan Eropa dan Komisi Eropa.”

“Terlepas dari hak-hak ini, para politisi Jerman dan Prancis menggunakan cara-cara hukum dan mengesahkan undang-undang untuk memberi ruang bagi diri mereka sendiri dan membuat warga negara mereka menyesuaikan diri dengan sistem kepercayaan yang mereka usulkan,” ujarnya.

Ini adalah upaya yang harus dikutuk dan dihindari. Hukum dan kriteria demokrasi mereka sendiri bertentangan dengan keputusan yang telah mereka ambil.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here