5 Strategi Muslimah Parmusi Kembangkan Desa Madani

816

Cianjur, Muslim Obsession – Salah satu agenda yang dibahas Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Muslimah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) adalah soal strategi yang bisa dilakukan Muslimah Parmusi dalam hal pemberdayaan masyarakat khusunya upaya mengembangkan gerakan Desa Madani.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Parmusi H. Usamah Hisyam mengatakan, Muslimah Parmusi sebenarnya punya peran dan peluang untuk mengembangkan Desa Madani.

Pertama, Muslimah Parmusi harus mengubah orientasi rekrutmen dengan lebih banyak menjaring para daiyah, dari pada mengincar politisi.

“Jadi yang pertama adalah pola rekrutmen. Muslimah Parmusi harus banyak menjaring para daiyah untuk bisa bergabung bersama kita. Bukan sibuk mencari kader politik. Kenapa daiyah itu penting? Karena gerakan dakwah Desa Madani menggantungkan sosok dai atau daiyah sebagai penggerak utama,” ujar Usamah di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jumat (4/10/2019).

Kedua, baik kader Parmusi atau Muslimah Parmusi harus bisa melakukan kolaborasi, menjalin hubungan komunikasi dengan ormas lain.

Caranya, ajak mereka bekerja sama untuk terlibat dalam aksi pemberdayaan umat. Termasuk melakuka pendekatan dengan organisasi pergerakan mahasiswa.

“Kolaborasi itu penting karena program Desa Madani ini melibatkan masyarakat banyak tujuanya untuk kemaslahatan umat. Maka kita tidak bisa bekerja sendirian ajak ormas dan pemerintah serta aparat untuk ikut mendukung program ini,” tandasnya.

Ketiga, kader Muslimah Parmusi bisa bergerak dengan aktif terlibat dalam majelis taklim. Keempat, membuat gerakan mahrib mengaji.

Kelima mendorong gerakan shalat Subuh berjamaah. Sebab, dari kegiatan itu, diskusi pengembangan Desa Madani bisa disisipkan.

“Untuk bisa mengembangkan Desa Madani kita harus terlibat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Bagiaman caranya? Bentuk majelis taklim. Buat gerakan mahrib mengaji, shalat subuh berjamaah atau paling tidak membangunkan suami untuk shalat subuh berjamaah. Dari situ kalian bisa masuk berdiskusi soal Desa Madani,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri menyatakan, Muslimah Parmusi harus sepenuhnya mendukung gerakan dakwah yang dilakukan suami atau keluarga. Bahkan bila perlu ikut terlibat aktif di dalamnya. Dengan begitu, kader Muslimah Parmusi ke depan bisa semakin banyak.

Diketahui, Rakernas Muslimah Parmusi ini dihadiri kurang lebih 15 pengurus wilayah dan sejumlah pengurus daerah lain. Termasuk dihadiri Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi, Daisy Astrilita, Sekjen Parmusi Abdurrahman Syagaff, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, dan juga Bendahara Parmusi Dewi Achyani. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here