4 Penghalang yang Menjadikan Doa Tidak Terkabul

149
Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Jakarta, Muslim Obsession – Setiap orang berdoa pasti menginginkan doanya terkabul. Namun kenyataanya banyak orang yang berdoa tidak juga dikabulkan oleh Allah SWT. Doa yang tidak terkabul bukan berarti Allah ingkar atau tidak sayang kepada hamba-Nya. Melainkan karena ada sesuatu yang tidak benar dalam diri kita.

Sesuatu yang tidak benar itu bisa jadi penghalang terkabulnya sebuah doa. Lantas apa saja yang membuat sebuah doa terhalang atau tak terkabulkan? Dalam kaitan ini, Syekh Khalid ibn Sulaiman merinci empat faktor yang menyebabkan hal tersebut, (Lihat Min ‘Ajaibid Du‘a, [Riyadh: Darul Qasim], 2002, jilid 1, hal. 10).

1. Banyak makan barang haram

Banyak memakai barang haram menjadi penyebab terhalangnya doa. Allah SWT pun memerintahkan kepada para rasulnya untuk memakan makanan yang baik dan halal “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mukminun [23]: 51);

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,” (QS. Al-Baqarah [2]: 172).

Suatu ketika Rasulullah pernah menyebut ada seorang laki-laki yang lusuh dan kusut setelah menempuh perjalanan jauh, yang menengadahkan kedua tangannya ke langit, seraya berdoa, ‘Ya Rabb, ya Rabb,’ sedangkan makanan, minuman, dan pakaiannya haram. Sehingga ia diliputi perkara haram. Dengan begitu, bagaimana doa-doanya akan dikabulkan?” Demikian seperti yang diriwayatkan oleh Muslim.

2. Tergesa-gesa dalam berdoa.

Nabi menganjurkan kepada umatnya agar berdoa secara tenang dan keluar dari hati yang tulus, tidak tergesa-gesa. Dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan:

“Doa salah seorang kalian dikabulkan selama ia tak tergesa-gesa dalam doanya. Sehingga ia mengeluh, ‘Aku sudah berdoa, namun doaku tak dikabulkan,” demikian yang diriwayatkan oleh Muslim.

3. Kerap mengabaikan kewajiban dari Allah

Banyak kewajiban Allah yang diabaikan dan merebaknya kemaksiatan juga menjadi terhalangnya doa kita. Di antara kewajiban tersebut adalah amar ma’ruf dan nahi munkar. Hal ini ditandaskan oleh riwayat Hudzaifah. Disampaikannya bahwa Rasulullah Saw bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ

Artinya, “Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, perintahlah yang makruf oleh kalian dan cegahlah yang munkar, atau Allah nyaris menurunkan siksaan kepada kalian karenanya (tidak amar makruf dan tidak nahi munkar), sehingga kalian berdoa tidak dikabulkan,” (HR At-Tirmidzi).

As-Syuthi menjelaskan, hadits di atas merupakan perintah amar makruf dan nahi munkar, sebelum turunnya petaka. Petaka dimaksud adalah tertolaknya doa-doa kita akibat terhentinya amar makruf dan merebaknya kemaksiatan. Maka lakukanlah amar makruf dan berdoalah sebelum menjamurnya kemaksiatan dan tertolaknya doa. (Lihat: As-Suyuthi: Syarh Sunan Ibni Majah, jilid 1, hal. 289).

4. Doa yang mengandung dosa

Doa yang dipanjatkan mengandung dosa bisa menjadi penghalang. Hal diingatkan oleh Rasulullah Saw melalui hadits Abu Sa‘id:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إثمٌ، وَلَا قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلَّا اسْتَجَابَ لَهُ فَهُوَ مِنْ دَعْوَتِهِ عَلَى إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجَّلَ لَهُ فِي الدُّنْيَا ، وَإِمَّا أَنْ تُدَّخَرَ (يُؤَخَّرَ) فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يُدْفَعَ عَنْهُ مِنَ الْبَلَاءِ مِثْلُهَا

Artinya, “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Dia akan mengabulkannya. Namun, posisi dia terhadap doanya tak terlepas dari tiga keadaan, baik doanya disegerakan pengabulannya di dunia, disimpan atau diakhirkan di akhirat, atau dipakai untuk menolak petaka yang akan menimpanya,” (HR Ath-Thabrani).

Dari uraian singkat di atas diketahui bahwa sebuah doa tidak dikabulkan karena beberapa faktor, yaitu karena orang yang berdoanya tak menjaga diri dari perkara haram, berdoanya tergesa-gesa setelah itu ia tak lagi berdoa, banyak mengabaikan kefarduan Allah, atau doanya mengandung dosa.

Namun, ketika semua faktor itu tidak ditemukan, berarti Allah memiliki rencana lain untuk hamba-Nya, seperti untuk kebaikan akhirat atau dialihkan untuk tolak bala. Demikian beberapa hal yang menyebabkan terhalang atau tertundanya suatu doa. Semoga doa-doa kita selalu dikabulkan-Nya. Wallahu ‘alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here