23 Santri Pesantren Tahfizh Wahdah Islamiyah Cibinong Ikuti Wisuda

57

Bogor, Muslim Obsession — Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinor Bogor menggelar Wisuda Hafalan dan Penamatan Santri, Senin (26/4/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Tahfizh Wahdah Islamiyah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sementara para walisantri menyimak prosesi wisuda secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Wisuda ditujukan untuk santri kelas 9 dan 12 yang telah menyelesaikan masa belajar. Pada kesempatan ini sebanyak 23 santri diwisuda dengan hafalan Al-Quran sebanyak 4 juz hingga 30 juz.

Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Indonesia (YPWI) Ustadz Ir. H. Nursalam Siradjudiin pada sambutannya berpesan agar para santri yang sudah lulus mampu menjaga hafalannya.

“Kami berpesan agar selalu menjaga hafalan. Jangan mengecewakan para orangtua,” ujar Ustadz Nursalam.

Bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan, Ustadz Nursalam meminta agar para orangtua mencarikan lembaga pendidikan yang mendukung menghafal Al-Quran. “Carilah sekolah yang mendukung untuk menjaga Al-Quran. Ada empat kategori, 4T dalam memilih sekolah. Yakni tauhid , tahsin, tahfizh dan tadabbur,” ungkap Ustadz Nursalam.

Lebih lanjut Ustadz Nursalam menyampaikan kalau saat ini YPWI ada kerjasama dengan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan UIKA Bogor, beasiswa penuh jalur tahfidz 30 juz. Jadi santri dipersilakan memanfaatkan kesempatan ini.

Menurut Ustaz Nursalam, menjadi penghafal Al-Quran adalah dambaan setiap muslim. Para orangtua pun mendambakaan anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran. Untuk itu, YPWI memberikan beasiswa kepada anak-anak dhuafa.

“Kita beri beasiswa kepada anak-anak yang tak mampu. Anak-anak punya semangat tapi tidak memiliki kemampuan ekonomi. Syaratnya berakhlak baik. Kami tidak ingin menjadi bengkel,” jelas Ustadz Nursalam.

Sementara itu, Mudir Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Ustadz Dr. Syamsuddin mengatakan menjadi penghafal Al-Quran merupakan nikmat sekaligus kebanggaan. Kepada para santri, ia berpesan agar selalu menjadi hafiz sejati.

“Hafiz itu artinya menjaga. Hafiz Quran artinya menjaga Al-Quran. Menjaga hafalan adalah kerjaan seumur hidup. Menjaga hafalan tidak pernah tamat,” kata Ustadz Syamsuddin.

Bagi santri yang belum hafal 30 juz, Ustadz Syamsuddin meminta agar terus bersemangat menambah jumlah hafalan. Sementara bagi yang sudah hafal 30 juz, maka harus dipertahankan.

“Kemudian kembangkan dengan ilmu tajwid, ilmu-ilmu Islam lainnya,” ujar Ustadz Syamsuddin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here