Para Penghafal Al-Quran (1): Al-Quran, Kitab Suci dan Mukjizat Teragung

426
Al-Quran
Al-Quran, kitab suci umat Islam. Tak satu makhlukpun yang bisa mengubahnya. (Foto: ramadanlegacy.com)

Muslim Obsession – Bagi setiap orang yang beriman, sudah pasti kita mengimani Al-Quran. Kitab suci yang Allah turunkan kepada Rasulullah Saw. dan menjadi mukjizat teragung bagi Nabi Akhir Zaman. Beberapa tanda bahwa Al-Quran adalah mukjizat dapat dengan mudah kita telusuri.

Pertama, Al-Quran terjaga keasliannya. Hingga detik ini, tak ada satupun makhluk Allah yang mampu membuat semisal Al-Quran. Itu fakta! Kedua, Al-Quran merupakan hudan (petunjuk) dan syifa (obat) bagi orang beriman. Artinya, bagi yang benar-benar mengimani Allah dan Al-Quran, maka ia akan mudah berinteraksi dan mendapatkan solusi dari Al-Quran.

Ketiga, Al-Quran asyik dibaca. Meski tak mengerti isi, tapi bagi orang yang sudah connected, ia akan begitu mencintai Al-Quran, menggilainya, dan menjadi sahabat di setiap kesempatan. Keempat, Al-Quran juga mudah untuk dihafalkan. Ini adalah sebuah realita yang tengah booming belakangan ini.

Kita bisa melihat di masyarakat, betapa banyak orang yang menghafalkan Al-Quran, mulai anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Fenomena ini tidak mungkin ditemui pada kitab-kitab lainnya. Sekalipun ia berlabel ‘kitab suci’.

Jauh sebelum itu, Al-Quran tak pernah habis stok para pencintanya. Wajah imut para penghafal Al-Quran sudah kerap ditemui, bahkan sejak era Sahabat. Di zaman Tabi’in, Imam Syafii menjadi contoh terbaik. Di usianya yang ke-9, salah seorang imam madzhab ini telah hafal Al-Quran sebelum pada usia belasan tahun ia menjadi Mufti.

Sementara di era sekarang kita mengenal Musa La Ode Abu Hanafi yang menjadi juara 3 pada ajang Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir. Lainnya, ada sosok Masyita, gadis cilik yang di balik keterbatasan fisiknya, Allah berikan anugerah berupa memori kuat untuk menghafalkan Al-Quran.

Ada juga sosok imut Muhammad Abdul Rasyid yang kecil-kecil dipanggil Syaikh oleh Syaikh Ali Jaber. Bocah asal Pekanbaru Riau itu bahkan bisa menirukan irama murattal dari 15 imam di berbagai negara. Tentu saja masih banyak para penghafal Al-Quran cilik lainnya di tanah air.

Fenomena ini sekaligus menjadi penegas, betapa Allah ‘Azza wa Jalla benar-benar memudahkan Al-Quran bagi para penghafalnya. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar: 17).

Bagi para pecinta Al-Quran yang hendak menghafalnya, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memberikan tips agar cepat hafal dan tidak mudah hilang dari ingatan. Dicatat oleh Ibnu Nashr dalam Qiyamul Lail (73): ”Yunus bin Abdil A’la menuturkan kepadaku, Anas bin ‘Iyadh mengabarkan kepadaku, dari Musa bin ‘Uqbah, dari Nafi’ dari Ibnu Umar radhiallahu’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, “Jika seseorang shahibul Qur’an membaca Al Qur’an di malam hari dan di siang hari ia akan mengingatnya. Jika ia tidak melakukan demikian, ia pasti akan melupakannya”.

Hadits ini dicatat juga oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (789), oleh Abu ‘Awwanah dalam Mustakhraj-nya (3052) dan Ibnu Mandah dalam Fawaid-nya (54).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here