Zam-zam dan Doa yang Meminumnya

810
Jamaah Haji sedang meminum air Zam-zam

Muslim Obsession – Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, “Semoga Allah merahmati Ummu Ismail. Karena seandainya dia tidak membendungnya, niscaya mata air ini menjelma sungai yang mengaliri Makkah.”

Air pada hakikatnya adalah berkah. Ia turun menghidupkan bumi sesudah matinya, menjadikan tunas lembut tumbuh menembus tanah yang padat. Menyusuri pembuluh-pembuluh makhluk dan menopang hayat mereka.

Dari itu, seberkah-berkah air adalah yang memancar sebagai penanda iman wanita mulia, hantaman sayap malaikat Jibril, dan jamuan minum Allah bagi bayi Ismail.

“Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam-zam. Ia dapat menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit,” (HR. Abu Daud).

Adalah Abu Dzar Al-Ghiffari tiba di Makkah untuk mencari Rasulullah Saw. Namun dia tidak bertanya yang mana Muhammad, sebab khawatir hal itu membahayakan keselamatannya.

Nyaris sebulan ia keluyuran di Makkah mencuri dengar berbagai pembicaraan sampai akhirnya dapat menjumpai Sang Nabi. Ketika itu, Abu Dzar menjadi gemuk dan terlihat jelas lipatan-lipatan di perutnya.

Maka bertanyalah beliau, “Apakah yang kau makan selama sebulan?”

“Tidak ada,” jawab Abu Dzar, “Selain air zam-zam.”

Nabi kemudian bersabda, “Air zam-zam itu berkhasiat sesuai yang diniatkan ketika meminumnya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad.

Maka siapa meminumnya untuk melenyapkan dahaga, niscaya Allah hilangkan hausnya. Siapa meminumnya untuk mengatasi lapar, niscaya Allah karuniakan rasa kenyang padanya. Siapa yang meminumnya agar dihilangkan penyakitnya, niscaya Allah anugerahkan kesembuhan baginya.

Al-Imam Ad-Daruquthni meriwayatkan, apabila meminum air zam-zam, maka Abdullah Ibnu Abbas berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

Secara umum, meminum zam-zam disilakan dengan niat yang baik dan disertai doa, sebab jumhur ulama menyatakan mustajabnya doa ketika meminum air zam-zam.

Ada catatan menarik tentang para ulama slaaf yang agung ketika berhaji dan doa mereka saat meminum zam-zam.

Adalah Imam Syamsuddin Adz-Dzahabi berdoa, “Ya Allah, jadikan aku melebihi Al-Khatib Al-Baghdadi.”

Lalu, tercatat Imam Ibn Hajar Al-Asqalani nantinya berdoa, “Ya Allah, jadikan aku melebihi Imam Adz-Dzahabi.”

Kemudian, Imam Jalaludin As-Suyuthi kelak akan berdoa, “Ya Allah, jadikan aku melebihi Ibn Hajar Al-Asqalani.”

Iri yang dibolehkan, sebab terkait kemuliaan dalam ilmu, amal, serta pengabdian kepada agama telah mereka ungkapkan pada Allah dengan doa. Maka, sejarah mencatat kiprah agung mereka semua.

Kisah ini ditulis oleh Salim A Fillah dalam bukunya Sunnah Sedirham Surga, yang kemudian ditutup dengan seuntai doa, “Semoga Allah jamu shalihin dan shalihat sekalian sebagai tamu-Nya  dengan zam-zam, lalu Dia ijabah pula setiap doa kebaikan.” (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here