Yordania Kecam Polisi Israel Usai Larang Adzan di Masjidil Aqsha

49

Muslim Obsession – Yordania pada Rabu (14/4/2021) mengecam polisi Israel karena menyabotase kunci pintu di empat menara Masjid Al-Aqsha dalam upaya untuk membungkam adzan.

Langkah itu dilakukan setelah pejabat wakaf, yang mengawasi situs suci Yerusalem, menolak mematikan pengeras suara pada hari pertama Ramadhan. Mereka mengatakan Israel menginginkan ketenangan.

Pejabat Yordania mengklaim karyawan wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania dan departemen urusan Al-Aqsha diganggu selama operasi polisi.

Daifallah Al-Fayez, juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, menggambarkan tindakan Israel sebagai provokasi terhadap Muslim di seluruh dunia dan pelanggaran hukum internasional dan status quo historis.

Baca Juga: Ghassan Younes, Pemberi Makan Kucing di Masjid Al-Aqsha Meninggal karena Covid-19

Dia mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsha adalah situs suci Islam yang murni dan bahwa departemen wakaf Yerusalem adalah satu-satunya otoritas yang bertugas mengawasi semua urusannya.

Sebuah sumber di Dewan Wakaf Yerusalem mengatakan kepada Arab News, “Ini adalah pertama kalinya sejak 1967 penjajah Israel menyabotase kunci untuk memasuki menara dan secara fisik memutus aliran listrik ke pengeras suara. Dan mereka mengejar pejabat dan staf wakaf yang menolak untuk melaksanakan tuntutan mereka.”

Sirene Israel dibunyikan di Yerusalem pada jam 8 malam sebagai penghormatan kepada 23.928 tentara yang gugur di negara itu dengan adzan isya di kota itu pada pukul 8:29 malam.

Hanna Issa, kepala Komite Islam-Kristen untuk Yerusalem, mengatakan bahwa tindakan Israel telah melanggar Konvensi Roma 1998 dan meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

Dimitri Diliani, presiden Koalisi Kristen Nasional di Tanah Suci, menuturkan bahwa insiden itu merupakan upaya untuk melumpuhkan kebebasan beragama dan merupakan serangan terhadap tempat-tempat suci Islam.

“Selain itu, ini merupakan cerminan dari kebijakan rasis penjajah Israel yang tidak dapat menerima siapapun yang bukan Yahudi,” ujarnya.

Ahmad Tamimi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, mendesak tindakan internasional untuk mengakhiri pelanggaran Israel atas tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here