Yenny Wahid: Santri Tutup Telinga Saat Dengar Musik, Bukan Berarti Radikal

45
Yenny Wahid. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Muslim Obsession – Putri dari Presiden keempat RI yang juga eks Ketum PB Nahdlatul Ulama (alm) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid menanggapi beredarnya video santri yang tutup telinga saat mendengar musik dimainkan secara live.

Ia menyayangkan dengan tuduhan segelintir orang yang menyebut apa yang dilakukan santri itu bagian dari ciri radikalisme. Menurut Yenny, aksi para santri itu bukanlah indikator yang menunjukkan mereka terpapar radikalisme.

“Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Alquran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal,” kata Yenny dalam akun Instagram resmi miliknya @Yennywahid, Rabu (15/9/2021).

Yenny mengatakan narasi-narasi yang menyematkan label atau cap kepada orang lain dengan mudah itu justru malah makin memperuncing keterbelahan di tengah rakyat Indonesia yang plural. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk saling belajar dan mengerti satu sama lain.

“Yuk kita lebih proporsional dalam menilai orang lain. Janganlah kita dengan gampang memberi cap seseorang itu radikal, seseorang itu kafir dan lain-lain,” kata salah satu pendiri Wahid Foundation tersebut.

Rekaman video yang menunjukkan para santri duduk di kursi berjarak sambil menutup telinga itu diduga terjadi saat mereka mengantri kegiatan vaksinasi. Pada saat bersamaan terdengar musik yang dimainkan secara langsung–diduga sebagai kegiatan hiburan menemani kegiatan tersebut. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here