Yaman Terus Memburuk, Lima Juta Anak Sekarat Akibat Kelaparan

646

Konflik tak kunjung berakhir, ekonomi juga ikut kolaps. Sejak perang sipil dimulai di Yaman tahun 2015 silam, harga makanan dan bahan pokok telah melambung hingga 68 persen. Riyal Yaman mata uang yang digunakan telah mengalami depresiasi atau pelemahan hingga mencapai 180%.

Al-Jazeera melaporkan, harga bahan bakar bahkan telah meningkat sampai 25 persen sejak November tahun lalu sampai September 2018.

Setahun lalu, November 2017 masih tersimpan rapi dokumentasi mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berbasis di Kota Hiran, Yaman. Hiran adalah sebuah kota kecil berjarak 260 kilometer dari Sanaa. Hiran menjadi salah satu lokasi penampungan pengungsi internal yang lari dari perang di Aden dan Sanaa.

November 2017 tahun lalu mitra ACT di Yaman berhasil membawa sejumlah bantuan pangan untuk Yaman. Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response ACT mengatakan, Insya Allah beberapa tahap bantuan pangan lanjutan bakal dikirimkan lagi untuk Yaman.

“Akses mendistribusikan bantuan di Yaman masih sangat sulit. Tapi kami akan terus berikhtiar kirimkan bantuan untuk Yaman. Terakhir, mitra ACT di Yaman mendistribusikan amanah Global Qurban di bulan Agustus 2018 lalu,” ujar Faradiba. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here