Ya Allah! Anak Sakit Tumor Otak, Ayah Nekat Jual Ginjalnya

236
Eli Kristianto
Eli Krisrianto (54) nekat menawarkan ginjal untuk mendapatkan biaya pengobatan anaknya. (Foto: medsos)

Karimun, Muslim Obsession – Berdiri di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Eli Krisrianto (54) membawa kertas berukuran besar yang digantung di lehernya. Di kertas itu tertulis: ‘Jual Ginjal, Saya Jual Ginjal Saya, Untuk Pengobatan Anak Saya, Sakit Tumor Otak‘. Ya Allah..!

Ya, demi kebaikan anak, orangtua akan rela melakukan apa saja. Bahkan melakukan sesuatu yang dapat mengancam nyawanya sendiri. Seperti yang dilakukan oleh warga yang di RT 006 RW 006, Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimundi, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Eli nekat menawarkan ginjalnya untuk biaya kesembuhan anaknya yang sedang mengidap tumor otak. Sontak, aksi Eli ini pun viral di media sosial.

Eli mengaku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membiayai kesembuhan putranya, Elandra Wiguna (23). Upayanya sudah sangat maksimal. Namun, sampai saat ini belum ada hasil yang memuaskan.

Katanya sudah banyak biaya yang telah dikeluarkannya untuk pengobatan putranya itu. Hingga akhirnya Eli memutuskan untuk menjual ginjalnya demi kesembuhan putranya tersebut.

“Saya sudah tidak tahu mau berbuat apa lagi, mungkin inilah salah satu cara agar anak saya bisa berobat kembali. Saya lakukan ini, anak dan istri saya tidak tahu sama sekali kalau saya jual ginjal,” ungkap Eli dengan raut wajah bingung dan pasrah, Senin (1/7/2019).

Eli mengaku, bantuan dari pemerintah melalui BPJS Kesehatan sudah pernah diterimanya, Namun, karena keterbatasan aturan, sehingga pengobatan yang dilakukan menggunakan asuransi kesehatan milik negara itu tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Begitu juga dengan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, meski sempat ditanggung, hal itu juga tidak berjalan maksimal.

“Makanya saya ambil inisiatif mencari biaya pengobatan dengan menjual ginjal saya. Di pikiran saya hanya semata-semata agar putra saya sembuh, biar dia bisa meraih masa depannya sama seperti anak-anak seusianya,” kata Eli.

Eli mengaku dirinya nekad dan buang malu berdiri di depan pelabuhan menjajakan ginjalnya karena sudah bingung harus kemana lagi untuk mencari uang untuk biaya pengobatan anaknya.

Hal itu dia lakukan dengan harapan ada donatur yang mau membeli ginjalnya. Lagi pula setiap harinya pelabuhan banyak dikunjungi masyarakat, baik itu warga Karimun  maupun warga dari luar daerah.

“Mudah-mudahanlah apa yang telah saya lakukan ini berdampak baik bagi penyembuhan anak saya,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Karimun telah membawa putranya ke RSUD M Sani untuk diberikan perawatan. Tidak saja itu, sejumlah instansi lainnya juga sudah banyak yang datang memberikan bantuan pasca video Eli viral.

Kapolres Karimun AKBP Hengky menilai langkah yang ditempuh Eli untuk menjual ginjal lantaran kekurangan biaya sangat miris. Untuk itu, setelah mendapatkan informasi tersebut, dirinya beserta rombongan langsung mendatangi kediaman Eli.

“Kedatangan kami kemarin ntuk menjenguk langsung kondisi Elandra sekaligus memberikan bantuan agar dapat meringankan beban keluarga,” kata Hengky.

Hengky juga menyampaikan rasa simpatinya kepada pihak keluarga dan berharap pihak keluarga untuk tetap sabar, serta berdoa untuk kesehatan Elandra agar bisa kembali sembuh dan dapat berkumpul lagi bersama keluarga.

Landra Wiguna sebelumnya sempat di rawat di Puskesmas Balai 20 hari dan di RSUD Muhammad Sani 20 hari. Dikarenakan tidak adanya biaya keluarga memutuskan untuk membanya pulang ke rumah. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here