WMI dan AQL Gelar Refleksi Satu Tahun Tsunami Selat Sunda

345

Cimanggu, Muslim Obsession – Wahana Muda Indonesia (WMI) dan AQL Peduli melakukan road show pasca satu tahun bencana tsunami Selat Sunda.

Aneka program dari WMI dan AQL selama fase emergency dan recovery di selat Sunda selama satu tahun terakhir di kunjungi oleh donatur dari Majelis Nasional Turkistan Timur, Selasa (26/11/2019).

Melalui rilis yang diterima, Rabu (27/11), perwakilan Majelis Nasional Turkistan Timur (MNTT) yang dipimpin oleh Seyit Tumturk ingin belajar dan berbagi tentang program penanggulangan bencana di Indonesia khususnya selat Sunda.

“Selama ini kami kerjasama dengan NGO atau yayasan di Indonesia yang concern dengan isyu kemanusiaan dan dakwah. Hal ini sangat penting bagi kami bagaimana sebuah kerjasama sinergis bisa terjalin dengan baik untuk kemaslahatan umat”, ujar Seyit disela peresmian fasilitas training bersama di desa Cisiih kecamatan Cimanggu, Banten.

Direktur WMI Care M. Zainul menyambut baik inisiasi AQL Peduli dan MNTT terkait kesamaan visi kemanusiaan. WMI dan AQL pada masa tanggap darurat dan recovery telah menurunkan relawan untuk menjalankan program kemanusiaan.

Menurutnya, berdasarkan hasil assesment tim WMI Care pasca tsunami terdapat banyak program yang perlu disinergikan. Hasil koordinasi dengan seluruh stakeholder dan kajian di lapangan dapat disimpulkan beberapa hal.

“Pertama masalah kelangkaan air di beberapa desa di kecamatan Sumur dan Cimanggu. Kedua terkait kepastian kepemilikan Hunian Tetap para penyitas pasca Huntara yang bersifat sementara. Ketiga terkait recovery ekonomi para penyintas yang perlu pelatihan enterpreneurship,” tuturnya.

Firman Direktur AQL Peduli menekankan bahwa penanganan penyintas gempa dan tsunami di selat Sunda harus secara holistik. Banyak variabel yang kita perhatikan selain program fisik dan bantuan material, aspek spiritual dan enterpreneur perlu diperhatikan secara serius baik pemerintah dan NGO karena hal ini masih perlu sinergi.

“Pemerintah cukup responsif selama proses rekonstruksi dan pembangunan infrastruktur kawasan Pandeglang Banten cukup cepat. Kita bisa merasakan perbedaan signifikan infrastruktur jalan raya Kecamatan Cimanggu hingga Sumur dalam setahun pasca tsunami selat Sunda,” kata Firman. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here