WHO: Varian Baru B1617 di India Telah Menyebar ke 17 Negara

67

Muslim Obsession – Varian COVID-19 mutan ganda – diidentifikasi sebagai B1617 – yang pertama kali terdeteksi di India, telah menyebar ke ‘setidaknya 17 negara’, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Hingga 27 April, varian B1617 telah terdeteksi di lebih dari 1.200 urutan yang diunggah di basis data akses terbuka GISAID (Inisiatif Global untuk Berbagi Data Influenza Burung) dari setidaknya 17 negara,” kata badan kesehatan global tersebut dalam pembaruan epidemiologi mingguannya tentang pandemi.

Baca Juga: Ilmuwan: Vaksin Lebih Efektif pada Varian Virus Corona Baru

Sebagian besar urutan diunggah dari India, Inggris, AS dan Singapura.

GISAID – organisasi nirlaba Jerman – diluncurkan pada 2016 sebagai database untuk berbagi genom flu.

“Secara global, kasus COVID-19 baru meningkat selama sembilan minggu berturut-turut, dengan hampir 5,7 juta kasus baru dilaporkan pada minggu lalu – melebihi puncak sebelumnya,” ungkap pembaruan WHO.

“India menyumbang 38 persen dari kasus global yang dilaporkan dalam seminggu terakhir,” kata laporan itu.

Varian B1617 telah dianggap sebagai ‘varian minat’ daripada ‘varian yang menjadi perhatian’ oleh WHO. Namun, WHO telah mengklasifikasikan varian COVID-19 Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil sebagai “varian yang memprihatinkan”.

Varian B1617 pertama kali terdeteksi di India pada 1 Desember 2020. Varian ini berisi mutasi dari dua varian virus yang terpisah – E484Q dan L452R. Varian tersebut sebagian dianggap bertanggung jawab atas kebangkitan virus korona kedua dan besar-besaran di negara itu.

Lebih dari 3 lakh kasus korona telah dilaporkan di India selama tujuh hari berturut-turut pada hari Rabu (28/4/2021) dilansir Siasat.

India melaporkan jumlah rekor 3.60.960 kasus dan 3.293 kematian dalam 24 jam terakhir, menurut data kementerian kesehatan yang dirilis pada Rabu pagi.

“Pemodelan awal oleh WHO berdasarkan urutan yang dikirimkan ke GISAID menunjukkan bahwa B1617 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi daripada varian lain yang beredar di India, menunjukkan potensi peningkatan penularan, dengan varian lain yang ikut bersirkulasi juga menunjukkan peningkatan penularan,” beber pembaruan WHO.

“Pendorong lain mungkin termasuk tantangan seputar implementasi dan kepatuhan terhadap kesehatan masyarakat dan tindakan sosial dan pertemuan sosial (termasuk pertemuan massal selama perayaan budaya dan agama, dan pemilihan umum),” tambahnya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here