Welcoming Ramadan!

723

‘Broken religiosity’

Menyambut bulan Ramadan ini ada banyak hal yang bisa menghambat terbangunnya ibadah yang bernilai positif. Salah satu yang terpenting adalah apa yang saya sebut sebagai broken religiosity atau keberagamaan yang pecah atau rusak.

Keberagamaan yang pecah itu adalah ketika agama dipecah menjadi keping-keping yang tiada bersentuhan. Agama dibagi-bagi ke dalam ruang-ruang (compartment) yang berbeda. Ada bagian yang dianggap agama. Ada pula yang dianggap urusan diri sendiri.

Relijiositas pecah seperti inilah yang menumbuhkan personalitas yang juga terbelah (split personality). Sebuah kepribadian yang tidak punya posisi jelas. Di suatu waktu atau tempat sangat beragama. Tiba-tiba di waktu atau tempat lain menampakkan kepribadian yang kontra agama.

Di depan Multazam di masjidil haram dia teseduh-seduh bercucuran airmata karena merasa dekat dengan Tuhan. Atau menangis karena meminta sesuatu kepada-Nya. Bahkan tidak mustahil memang menangis meminta ampunan-Nya.

Hal itu tidaklah salah. Yang menjadi masalah kemudian adalah cara beragama yang terpecah atau terbelah. Sebuah paham agama yang terbagi-bagi. Mekah atau masjidil haram adalah rumah Tuhan dan karenanya harus jujur. Tapi di negara atau kantor sendiri Tuhan tidak lagi punya otoritas.

Perilaku agama seperti inilah yang tidak memberikan dampak positif dalam kehidupan. Berkali-kali haji, korupsi semakin jadi. Karena haji baginya adalah sekadar penghapus dosa masa lalu. Gagal memahami bahwa haji mabrur seharusnya menjadi energi perubahan ke arah yang lebih baik dalam hidupnya.

Karakter beragama seperti inilah yang diancam dalam Al-Quran dengan “kehinaan dunia” (khizyun fil-hayatid dunya) dan “azab pedih” (adzabun syadiid) di akhirat kelak.

Puasa yang sia-sia adalah puasa yang berkarakter seperti ini. Puasa yang tidak disadari bahwa semua aspek amalan ritual itu punya konsekswensi sosial. Sehingga Rasul mengingatkan: “boleh jadi ada orang yang berpuasa tapi yang didapatkan sekedar lapar dan dahaga semata”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here