Beranda QALAM

We Will Never Be Intimidated

283

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Khusus untuk orang Islam, Donald Trump menyampaikan dua kekhawatiran sekaligus. They hate us (ancaman ideologi). Dan they invade us(ancaman fisik). Maka wajar jika usaha melarang orang Islam masuk Amerika, bukan hal yang mengejutkan sama sekali.

Ironisnya, bagi kelompok White Radicals ini, orang Islam sudah ada dalam bangsa Amerika. Sehingga mereka hanya dapat menahan marah besar dan kebencian terbuka kepada umat ini.

Umat Islam Amerika tidak terintimidasi dan takut. Dalam pernyataan di sebuah acara “interfaith solidarity” di kota New York saya sampaikan: “we are not and we will never be intimidated. We are careful, but not fearful”. 

Komunitas Muslim Amerika dengan terbuka dan tegas menyampaikan: “We are all Americans. We are here and we will not go where. We may be immigrants. But remember, you are also sons and daughters of immigrants. So let’s the Native Indian Americans to decide, who should stay and who should leave their lands”. 

Kira-kira maknanya: kami semua adalah juga bangsa Amerika. Kita ada di sini dan tidak akan kemana-mana. Kita boleh jadi pendatang. Tapi ingat, anda juga adalah anak cucu para pendatang. Karenanya, biarlah bangsa asli Indian Amerika yang memutuskan, siapa yang boleh tinggal dan siapa yang harus hengkang dari bumi mereka.

Akhirnya wahai Amerika dan dunia. Mari kita hadapi musuh bersama ini. Ancaman kepada kemanusiaan kita bersama adalah ketakutan kepada perbedaan yang ada. Dan ketakutan itu dimulai dari ketidaktahuan kita, tentang siapa yang kerap kita panggil “orang lain” (the other).

Solusi yang ditawarkan oleh Al-Quran: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan. Lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku (beragam) untuk saling mengenal.

Sesungguhnya yang termulia di antara kalian di mata Allah adalah yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengawasi” (Surah 49:13). Semoga dunia mampu membuka mata! (New York, 19 Maret 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Open