Waw! Festival Kurma di Arab Saudi Ada yang Dijual 1 Kilogram Rp1,39 Juta

88

Jakarta, Muslim Obsession – Pelaksanaan festival kurma yang berlangsung di Kota Unaizah, Provinsi Al-Qassim, Arab Saudi, pada Sabtu (15/8/2020) berlangsung meriah, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Sejak dulu provinsi ini, khususnya daerah Unaizah, memang dikenal sebagai ‘Kerajaan Kurma’. Sebab, di sana terhampar kebun-kebun kurma dan tanahnya cocok ditanami kurma dengan berbagai macam jenis.

Festival kurma di Kota Unaizah bermula pada tahun 2004. Kendati dalam masa pandemi Covid-19, pengunjung festival kurma tetap ramai. Seorang pedagang kurma di festival itu, Abdullah al Saifi mengatakan pengunjung datang dari Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Yaman.

“Yang paling banyak dicari adalah kurma sukari,” kata Abdullah al Saifi seperti dikutip dari Reuters, Ahad (16/8).

Menurut dia, kurma sukari biasanya dikonsumsi untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. Masyarakat Arab juga mengolahnya untuk makanan musim dingin dan musim panas.

Abdullah al Saifi menjelaskan, kurma jenis ini terbilang istimewa karena bisa bertahan atau tidak busuk sampai dua tahun asalkan disimpan di tempat sejuk. Selain kurma sukari, ada 30 jenis kurma lainnya yang tersedia di festival tersebut.

Seorang juru lelang Festival Kurma, Ahmed al Mazin mengatakan, dalam festival ini ada kurma yang dilepas seharga 350 Riyal atau sekitar Rp 1,39 juta per kilogram.

“Tapi itu bukan harga rata-rata,” katanya.

Umumnya harga kurma kualitas baik sekitar 80 – 120 Riyal (sekitar Rp 318 – 477 ribu). Ada pula yang harganya di bawah itu untuk kurma yang sekadar bercita rasa enak, yakni 60 Riyal (sekitar Rp 238 ribu).

Sementara itu, Gubernur Kota Unaizah, Usa’ed Al Saleem mengatakan Festival Kurma Unaizah adalah tempatnya para pedagang mendapatkan kurma dengan harga yang bagus sekaligus berkualitas dan aman dari pestisida.

“Inilah yang membedakan Festival Kurma di Kota Unaizah dengan tempat lain,” kata dia.

Usa’ed Al Saleem menjelaskan, pemerintah membagi industri kurma dalam dua kategori. Pertama perkebunan dan kedua pengemasan.

Dalam usaha perkebunan, pemerintah memastikan buah kurma yang dihasilkan bebas dari pestisida dan insektisida, serta berasal dari pohon yang berkembang secara alami.

Adapun usaha pengemasan, menurut dia, harus mampu memastikan kemurnian dan higienitas kurma beserta kemasannya (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here