Waspada! Begini Cara Setan Jerumuskan Manusia

219

Oleh: Ustadz Ibnu Awwaliansyah

Apabila setan tidak mampu menjerumuskan manusia dalam kesyirikan dan kekufuran (akbar), maka mereka akan menjerumuskannya melakukan dosa-dosa besar.

Setan tidak putus asa dan tetap ridla dengan sesuatu di bawahnya dengan menjerumuskan manusia dalam berbagai dosa dan kemaksiatan, menumbuhkan permusuhan dan kebencian dalam shaf-shaf mereka.

Dalam Sunan At-Tirmidziy dan Ibnu Maajah dengan sanad hasan disebutkan hadits:

أَلَا إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يُعْبَدَ فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَدًا، وَلَكِنْ سَيَكُونُ لَهُ طَاعَةٌ فِي بَعْضِ مَا تَحْتَقِرُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ فَيَرْضَى بِهَا

“Ketahuilah, sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian ini selamanya. Akan tetapi ia akan mendapatkan ketaatan pada sebagian amal perbuatan yang kalian hinakan, sehingga ia (setan) ridla dengannya”.

Dalam Shahih Muslim dan yang lainnya disebutkan hadits:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah kaum muslimin/mukminin di jazirah Arab, akan tetapi (setan) akan selalu mengadu domba di antara mereka”.

Yaitu dengan membawa permusuhan dan kebencian di antara mereka, sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ

“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat,” [QS. Al Maidah: 91].

Setan memerintahkan/membisiki manusia untuk mengerjakan semua jenis kejelekan, sebagaimana firman Allah ta’ala:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui,” [QS. Al-Baqarah: 169].

Maka, setiap ibadah yang dicintai Allah dibenci oleh setan, dan sebaliknya, setiap maksiat yang dibenci Allah dicintai oleh setan.

Begitulah yang dijelaskan oleh Dr. ‘Umar bin Sulaimaan Al-Asyqaar rahimahullah.

Jika ada permusuhan dan perpecahaan timbul di barisan kaum muslimin, mungkin itulah hasil kinerja setan. Atau jika ada seseorang yang menjadi sponsor yang mendorong orang lain terjerumus dalam dosa, maksiat, dan permusuhan; maka itulah ‘setan’ dari golongan manusia.

Qataadah rahimahullah berkata:

إن من الجن شياطين ، وإن من الإنس شياطين ؛ فتعوذ بالله من شياطين الإنس والجن

“Sesungguhnya dari golongan jin ada setan-setannya, dan begitu pula dari golongan manusia ada setan-setannya. Maka berlindunglah kepada Allah dari gangguan setan dari golongan manusia dan jin.” [Tafsiir Al-Qurthubiy – http://bit.ly/2u0iHwD].

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here