Wapres: Radikalisme Tak Ditentukan Pakaian

216
Kiai Ma'ruf ok
Wakil Presiden RI terpilih KH. Ma'ruf Amin. (Foto Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin radikalisme tidak bisa ditentukan dari cara berpakaian. Seseorang yang terpapar radikalisme dapat dilihat dari cara ia berpikir, bersikap, atau perlaku dan cara bertindak.

Untuk menangkalnya, kata Wapres, upaya yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana meluruskan cara berpikir dan bersikap.

“Karena itu perlu adanya upaya-upaya yang lebih intensif tentang kontra radikalisme dan deradikalisasi. Harus bisa mencegah timbulnya radikalisme maupun juga intoleran,” jelas Wapres kepada puluhan perwira dalam seminar Sekolah Pimpinan Tinggi (Sespimti) Ke-28 Polri, di Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Baca juga:

Kiai Ma’ruf: Ada Kesepakatan, Tidak Boleh Paksakan Khilafah

Persoalan Utama Bangsa ini Bukan Radikalisme, Tapi Kemiskinan dan Moralitas Pemimpin

Bikin Gaduh, Menag Minta Maaf atas Polemik Cadar dan Celana Cingkrang

Pada kesempatan itu, ia meminta agar Polri dapat mengatasi permasalahan intoleran serta isu khilafah yang diidentikkan dengan Islam.

“Oleh karenanya penting melakukan penguatan komitmen kebangsaan kita terutama Pancasila. Menguatkan empat pilar, buat saya empat pilar itu adalah merupakan kesepakatan nasional,” tandasnya.

Pernyataan Wapres tersebut menanggapi statement Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang mengatakan bahwa radikalisme sudah menyebar kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menag bahkan sempat mewacanakan pelarangan ASN mengenakan celana cingkrang dan cadar yang ditengarai menjadi ciri orang yang terpapar radikalisme.

Wacana itu mendapat respon dari sejumlah tokoh masyarakat. Kebanyakan menyayangkan pernyataan Menag, termasuk Wapres.

Belakangan, Menag meminta maaf karena hal itu sudah memicu gesekan-gesekan. Namun, Fachrul yakin itu bukan hal yang salah. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan pimpinan Komisi VIII DPR RI dan Ketua Kelompok Fraksi di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

“Kalau itu menimbulkan beberapa gesekan-gesekan ya mohon maaf. Rasa-rasanya enggak ada yang salah rasanya. Mungkin saya mengangkatnya agak terlalu cepat,” ujarnya.

Permintaan maaf Menag diulanginya kembali usai Raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Ia ingin masalah tersebut disudahi. Sebab, pihaknya akan fokus ke depan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh umat beragama.

“Polemik tentang itu sudah clear. Saya minta maaf kalau sampai menimbulkan amarah. Kini, kami akan fokus melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya,” ujar Menag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here