Wamenag Ingatkan 6 Syarat Menuntut Ilmu di Pesantren Cipasung

127
Wamenag di hadapan para santri Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Ahad (30/8/2020). (Foto: kemenag)

Tasikmalaya, Muslim Obsession – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid mengatakan bahwa ada enam syarat menuntut ilmu. Syarat ini tertuang dalam Ta’lim Muta’alim yang umumnya menjadi kitab pegangan para santri di pondok pesantren.

Demikian diungkapkan Wamenag di hadapan para santri Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Ahad (30/8/2020).

“Bila ingin sukses menuntut ilmu, maka adik-adik harus memiliki enam hal ini,” kata Wamenag usai mengajak para santri merapal syair tentang syarat menuntut ilmu dari Syayidina Ali bin Abi Thalib yang tercantum dalam kitab karya Syeikh Az-Zarnuji tersebut.

Pertama, kecerdasan. Menurutnya, kecerdasan di sini meliputi kecerdasan akal, kecerdasan emosional, dan kecerdasan akhlak. “Yang terpenting saat ini adalah cerdas akhlaknya. Karena walaupun dia cerdas akalnya tapi tidak baik secara akhlaknya, biasanya sulit untuk masuk ilmunya,” jelasnya.

Kedua, kemauan yang kuat. Dengan kemauan yang kuat, tekad yang bulat, maka seseorang akan mampu mencapai tujuannya. Ketiga, sabar. Wamenag mengungkapkan bahwa menuntut ilmu harus dilalui dengan kesabaran.

Keempat, bekal. Yakni sesuatu yang terkait dengan upaya untuk mencukupi kebutuhan selama proses belajar.

Kelima, mencari guru yang pandai. Wamenag menegaskan, saat ini kecenderungannya anak-anak muda belajar tapi tidak memiliki guru. Bahkan ada yang belajar dari ‘Kyai Google’. Mereka ini mengetahui tapi tidak dari sumber yang benar. Tidak ada dasar keilmuan, dan sanadnya terputus.

“Nah sementara adik-adik di sini beruntung sekali. Karena memiliki guru-guru yang sangat mumpuni, dan memiliki sanad yang terus bersambung denga  sumber ilmunya,” tuturnya.

“Dan keenam, waktu yang panjang. Menuntut ilmu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi bersabar, adik-adik harus belajar di pesantren ini dengan waktunya yang panjang. Jangan  sedikit-dikit minta pulang,” tambah Wamenag.

Dilansir Kemenag, Senin (31/8/2020), Wamenag melakukan tatap muka dengan para santri pondok pesantren saat kunjungan kerja (kunker) di Provinsi Jawa Barat.

Setelah bertemu dengan para santri Pondok Pesantren Darul Ma’arif Ciamis pada hari pertama kunker, Wamenag kemudian bertemu dengan santri Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya di hari kedua. Wamenag yang hadir di pesantren Cipasung didampingi Kakanwil Kemenag Jabar.

Di akhir pertemuan, Wamenag juga mengingatkan para santri untuk mematuhi protokol kesehatan selama melakukan pembelajaran di masa Covid-19 ini.

“Ingat untuk sering mencuci tangan, selalu gunakan masker, dan tetap menjaga jarak,” pesannya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here