Wamenag: 1.023 Jamaah Umrah di Arab Saudi Negatif Covid-19

57

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi mencatat terdapat 1.023 jamaah umrah asal Indonesia yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga Selasa (11/1) lalu.

Seluruh jamaah dikatakan negatif Covid-19. “Informasi dan laporan PPIU bahwa hasil PCR pertama saat karantina kedatangan jamaah umrah di Arab Saudi seluruhnya negatif COVID-19,” kata Zainut dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta, Kamis (13/1).

Zainut merinci dari total 1.023 jamaah yang sudah berangkat, 870 jamaah di antaranya telah skrining kesehatan di Asrama Haji Jakarta. Setibanya di Saudi, Ia memastikan seluruh jamaah menjalani karantina institusional selama lima hari sebelum menjalankan umrah.

“Sebelum keberangkatan, jamaah umrah dari Asrama Haji, Kemenag selalu memberikan edukasi agar mereka senantiasa menaati seluruh protokol kesehatan yang diberlakukan oleh kedua negara,” kata Zainut.

Lebih lanjut, Zainut menjelaskan jamaah umrah yang diberangkatkan dari Asrama Haji Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Lion Air dan Saudi Arabia Airlines. Kedua maskapai itu melayani penerbangan langsung ke Saudi.

Sementara itu, terdapat satu penerbangan lain Qatar Airlines digunakan jamaah yang melakukan skrining kesehatan di luar Asrama Haji Jakarta.

Zainut mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kepala BNPB agar Asrama Haji Jakarta dapat digunakan sebagai alternatif lokasi karantina khusus bagi jemaah umrah. Ia mengatakan prosedur administrasi tengah diupayakan agar karantina jamaah umrah dapat menempati Asrama Haji Jakarta.

“Jamaah umrah yang diberangkatkan pada tanggal Januari 2022 rencana akan kembali ke tanah air pada 17 Januari 2022,” kata dia.

Zainut kemudian mengakui sampai saat ini belum mendapatkan kepastian dari pemerintah Arab Saudi mengenai penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 Hijriah atau 2022.

“Bahwa sampai dengan saat ini kepastian tentang ada atau tidaknya penyelenggaraan pada tahun 1443H/2022, belum dapat diperoleh,” kata Zainut dalam Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta, Kamis (13/1).

Zainut menjelaskan pihaknya telah menemui pelbagai pihak dari otoritas Saudi sejak November 2021 lalu untuk mengetahui ihwal pelaksanaan Haji 2022. Salah satu yang ditemui yakni Menteri Haji dan Umrah pada tanggal 22 November 2021.

Politikus PPP itu mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi membahas kuota Haji bagi Indonesia. Namun, pihak Saudi belum bisa melakukan pembahasan mengenai hal itu.

“Namun pemerintah Arab Saudi menyampaikan belum dapat melakukan pembicaraan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022,” kata dia.

Di sisi lain, Zainut mengatakan pihaknya telah menyusun tiga skenario pelaksanaan Haji tahun ini. Yakni kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji sama sekali.

“Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama (kuota penuh), Kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir,” kata dia.

Zainut juga memastikan bahwa jamaah haji yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan tahun ini adalah jamaah haji yang berhak berangkat pada tahun 2020 lalu.

“Mereka yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) maupun yang belum melunasi Bipih, serta tidak melakukan pembatalan hajinya,” kata dia. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here