Wakili Indonesia di Acara Workshop APO 2021, Dewi Tenty Presentasikan Keberhasilan UMKM

53
Pengamat atau pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Dr. Dewi Tenty. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Asian Produktivity Organization (APO) menggelar acara workshop yang bertemakan Workshop on Women’s Empowerment for Productivity Gains. Di tengah pandemi Covid-19, acara ini digelar secara virtual selama tiga hari, yakni pada 22-24 Juni 2021.

Salah satu peserta dari Indonesia yang juga pengamat atau pegiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Dr. Dewi Tenty mengungkapkan, workshop ini diikuti oleh 43 negara Asia Pasifik.

“Acara workshop yang di adakan oleh asian produktivity organization selama 3 hari ini di hadiri oleh kurang lebih 43 peserta dari negara asia pasifik,” ujar perempuan yang akrab disapa Teh Dete ini, mengutip ObsessionNews, Sabtu (26/6/2021).

Teh Dete mengungkapkan, dari Indonesia yang mengikuti acara workshop tersebut hanya diwakili oleh dirinya sendiri. Para peserta mendengarkan paparan dari narasumber mengenai permasalahan perempuan.

BACA JUGA: 60 Persen Pelaku UMKM adalah Perempuan

Selain mendengarkan paparan dari beberapa narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya, para peserta juga di minta untuk diskusi dalam group-group diskusi yang temanya mengangkat tentang masalah perempuan, equality gender dan kesempatan kerja.

“Di akhir sesi peserta diminta mempresentasikan pengalamannya yang dipadukan dengan sumber-sumber yang sudah di berikan,” ungkapnya.

Di dalam presentasinya, perempuan yang menjabat sebagai Co-Founder & Head of Institutional Relation Bumi Alumni Association ini menjelaskan tentang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dia mengungkapkan, data Kementerian Koperasi dan UMKM di 2020 menunjukkan bahwa pada 2015 terdapat 59,26 juta UMKM dengan penyerapan tenaga kerja 123,23 juta orang. Sedangkan pada 2016, jumlah UMKM mencapai 61,6 juta unit dan menyerap tenaga kerja 112,3 juta.

BACA JUGA: FOTO: Vaksin Untuk Pelaku UMKM

“Pada 2015 dan 2016, meskipun jumlah UMKM meningkat 4,03%, penyerapan tenaga kerja turun sebesar 8,44%,” ujar Teh Dete dalam presentasinya.

Pada 2017, jumlah UMKM mencapai 62,92 juta, dan menyerap 116,43 juta tenaga kerja. Tahun berikutnya, jumlah UMKM melonjak menjadi 64, 2 juta, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 116,97 juta orang.

Tak hanya soal UMKM, Teh Dete juga menjelaskan tentang program-program yang sedang dijalani oleh Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), salah satunya olahan dari buah pisang. Dari buah pisang tersebut dapat dibuat berbagai macam produk makanan yang dibuat oleh UMKM yang ada di PBA, baik dari isi buah pisang sampai kulit pisang.

“Satu lagi yang diproduksi oleh merk Lupba, yakni pupuk organik cair yang diolah dari kulit pisang. Sedangkan isi pisangnya dibuat kripik pisang,” paparnya. (Poy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here