Wakil Ketua MUI: Poligami Tuntunan Syariat Islam

473
Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi (Foto: Republika)

Jakarta, Muslim Obsession – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menegaskan bahwa poligami adalah satu dari sekian tuntunan dalam syariat Islam. Pernyataan Zainut menanggapi kontroversi rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengajukan larangan poligami di Indonesia.

Ia mengatakan, sebagian besar negara Islam membolehkan poligami namun dengan beragam syarat atau melalui undang-undang. Ia mencontohkan Mesir yang mengharuskan pria menyertakan kemampuan keuangan.

“Sebagian besar negara Islam membolehkan poligami, termasuk di Mesir, tapi diatur dalam undang-undangnya, dengan persyaratan sang pria harus menyertakan slip gaji,” tuturnya, Ahad (16/12/2018).

Meski begitu, adapula negara yang telah menetapkan larangan untuk melakukan poligami, salah satunya adalah Maroko. Sementara negara-negara lain, ada pula yang melegalkannya.

Sedangkan di Indonesia, kata Zainut, sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, poligami dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan, antara lain mendapat izin dari Pengadilan Agama yang dikuatkan oleh persetujuan dari istri atau istri-istrinya, memiliki jaminan kemampuan memberikan nafkah kepada keluarganya, serta kewajiban berlaku adil kepada istri-istri dan anak-anaknya.

Ia juga menyatakan banyak keterangan dalam Al-Quran maupun hadits yang membolehkan seseorang melakukan poligami. Meski begitu, dia menegaskan, praktik poligami tidak serta merta dapat dilakukan oleh siapapun, karena adanya persyaratan yang cukup berat.

Persyaratan tersebut, kata Zainut, antara lain, sang suami diharuskan bertindak adil kepada istri-istrinya. Selain itu, sang suami juga harus mampu meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

“Dia (suami) juga harus dapat menjaga para istrinya, baik menjaga agama maupun kehormatannya. Dan tentunya, wajib mencukupi kebutuhan nafkah lahir dan batin para istri dan keluarganya,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here