Wakapolres Ternate: Dai Parmusi Memberikan Solusi Bukan Mimpi

595

Ternate, Muslim Obsession – Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kota Ternate Kompol Jufri Duko Malamo menyambut gembira diselenggarakannya Musyawarah Wilayah (Muswil) III Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Provinsi Maluku Utara yang diadakan di Kota Ternate, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam, Rabu (26/2/2020).

Kompol Jufri menyambut baik adanya Parmusi di Maluku Utara, karena program-program Parmusi selaras dengan cita-cita kepolisian, yakni ingin senantiasa menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya itu ditempuh Parmusi melalui jalan dakwah. Menurut Jufri itu merupakan strategi atau cara yang tepat.

“Program Parmusi secara tidak langsung telah membantu kami dalam menciptakan Kamtibmas. Karena saya pikir untuk menciptakan keamanan dan ketertiban yang paling afdhol caranya memang menggunakan dakwah, merangkul bukan memukul,” ujar Kompol Jufri yang turut hadir dalam pembukaan Muswil Parmusi Maluku Utara.

Ia setuju dengan apa yang disampaikan oleh Ustadz Syuhada Bahri Ketua Lembaga Dakwah Pusat (LDP) Parmusi yang mengatakan, untuk menciptakan masyarakat yang bermoral pertama yang harus dibangun atau diperbaiki bukan fisiknya, dengan membangun infrastruktur, jalan dalan lain-lain, melainkan batin manusianya lebih dulu.

“Makanya kan tadi ustadz bilang di lagu Indonesia Raya, pertama yang harus dibangun adalah jiwanya. Baru kemudian badannya. Badan ini kan wilayah fisik, sedangkan jiwa wilayah batin,” tuturnya.

Menurutnya, wilayah batin itu hanya bisa diperbaiki dengan pendekatan dakwah keagamaan. Ia percaya jika moralitas masyarakat sudah baik, maka keamanan dan ketertiban masyarakat dengan sendirinya akan tercipta. Dan ia melihat Parmusi sudah bergerak ke arah sana melalui program Desa Madani.

“Tadi ketika diputer filmnya tentang safari dakwah ke pulau-pulau di Indonesia, ini kan artinya Dai Parmusi hadir dengan solusi, bukan sekedar mimpi,” jelasnya.

Ke depan, ia berharap dakwah Parmusi semakin berkembang, semakin maju, mau bergandengan tangan dengan polisi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia sadar polisi tidak bisa bekerja sendiri, dalam pelaksanaanya, pihaknya membutuhkan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan ormas. Termasuk di antaranya dari Parmusi.

Perwakilan Danrem 152/Babullah Kota Ternate, Mayor Infantri Anton Santoni yang hadir dalam pembukaan Muswil III Parmusi Maluku Utara, juga menyatakan apresiasi yang tinggi untuk program-program Parmusi yang fokus pada gerakan dakwah dan pembinaan umat. Program itu kata dia, juga bisa menciptakan ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional kan tidak hanya diartikan dengan kesediaan pangan. Atau ketahanan fisik. Tapi ketahanan jiwa atau batin. Dakwah itu cara untuk menciptakan batin kita agar tetap kuat, kokoh dan tegar dengan segala macam masalah,” ujar Mayor Anton.

“Jadi kalau program dakwah ini menjadi program nasional, berarti Parmusi ikut serta membantu menciptakan ketahanan nasional. Tentu dari kami juga sangat mendukung. Masa kita mau melarang atau menghalangi-halangi dakwah, kan gak mungkin. TNI kan harus menunggal atau menyatu dengan rakyat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Usamah menambahkan, bahwa Program Desa Madani adalah program yang mengikuti jejak Kenabian Muhammad saat hijrah ke Kota Madinah, ada empat pilar utama yang dibangun, yakni iman dan takwa, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial dan terakhir pendidikan. Saat ini Desa Madani sudah terbentuk di berbagai daerah seluruh Indonesia.

“Program Desa Madani juga dalam rangka mengislamkan orang Islam. Kenapa? karena masih banyak orang Islam yang tidak tahu cara ibadah, tidak bisa baca Al-Quran, tidak paham fiqh, dan itu masih banyak terjadi di daerah-daerah dan kota-kota di Indonesia,” tuturnya.

Usamah kembali mengingatkan pada saat Jambore 5000 Dai Parmusi di Gunung Gede Pangrango pada 2018 lalu yang dihadiri Kapolri saat itu, Jenderal Tito Karnavian, ia sudah meminta agar tidak ada kriminalisasi yang dilakukan oknum polisi terhadap Dai. Dan Tito sendiri menyatakan, siap membantu dan mengamankan dakwah Parmusi.

Polri mendukung konsep Desa Madani karena program yang dibangun Parmusi ini dibuat dalam rangka mensejahterakan warga masyarakat, khususnya umat Islam di berbagai pelosok tanah air.

Kesejahteraan itu, menurutnya, bukan saja melalui upaya peningkatan iman dan takwa, membangun kemandirian ekonomi, pemberdayaan sosial, kualitas pendidikan, tetapi juga rasa aman dan nyaman warga di seluruh pelosok tanah air dengan menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Diketahui Ketua Wilayah Parmusi Maluku Utara saat ini masih dijabat oleh Ridwan M. Elyas dan Sekretaris Wilayah Salim A. Malik. Selain dihadiri kepolisian dan TNI, acara Muswil juga dihadiri oleh para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ternate, dan juga Ketua MUI Kota Ternate Usman Muhammad, dan sejumlah tokoh yang lain. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here