Wakaf, Tabungan Dunia dan Akhirat

932
DD Indonesia Wakaf 2

Jakarta, Muslim Obsession – Wakaf memiliki potensi dan kekuatan besar untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Apalagi didukung wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Atas dasar itulah Dompet Dhuafa menggelar Seminar Indonesia Wakaf Summit 2017 dengan tema “Masih Ada Waktu”, sekaligus untuk memberikan stimulus pengetahuan tentang wakaf kepada masyarakat.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Imam Ruhyawan beralasan, tema tersebut diangkat juga untuk mengingatkan bahwa umur tidak diambil oleh Sang Pemillik berdasarkan urutan usia.

“Jadi “Masih Ada Waktu” ini adalah dalam konteks setiap manusia bukan hanya dari sisi umur, dari sisi kesempatan, kelapangan agar bisa berbuat yang terbaik yaitu memberikan wakaf kepada nadzir (penjaga wakaf) yang dipercaya. Kita ingin mengajak berwakaf itu tidak harus dengan memiliki aset yang besar, anak sekolah pun sudah bisa berwakaf, yaitu wakaf uang,” katanya di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Oleh karenanya, Imam ingin mengajak seluruh masyarakat agar berwakaf uang, terutama guru-guru di sekolah dan orang tua siswa untuk melakukan wakaf. Itu semua dilakukan agar anak atau siswanya sudah diajarkan menabung.

“Tabungannya adalah tabungan dunia akhirat. Jadi dengan tema ini kami ingin mengajak pihak-pihak yang berkepentingan terhadap gerakan berwakaf ini bisa menjalankan sama-sama, kita saling bersinergi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama Suardi Abbas mengatakan bahwa potensi wakaf uang di Indonesia dapat mencapai Rp7,2 triliun per tahun jika disimulasikan 20 juta orang umat Islam mewakafkan uang seribu rupiah per hari atau Rp30 ribu per bulan.

Jika empat juta muslim berpenghasilan Rp5 juta per bulan dan mengeluarkan wakaf Rp60 ribu per bulan maka akan terkumpul potensi wakaf senilai Rp2,28 triliun per tahun.

Sekedar informasi, saat ini beberapa aset wakaf yang dikelola Dompet Dhuafa meliputi berbagai sektor, mulai dari pedidikan, ekonomi, hingga kesehatan. Dompet Dhuafa memiliki hospital network berbasis wakaf seperti Rumah Sakit Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Parung, Bogor; RS AKA Sribhawono, Lampung Timur; RS Ibu Anak As-Sayyidah, Jakarta Timur; RST Lancang Kuning, Pekanbaru, Riau; dan RS Mata Ahmad Wardi, Serang, Banten.

Di sektor pendidikan ada Sekolah Islam Al-Syukro Universal, Ciputat, Tangerang; Sekolah Smart Semen Cibinong, Bogor, dan Khadijah Learning Center (KLC), Tangerang. Untuk sektor ekonomi terdiri dari agroindustri kebun nanas dan buah naga, Subang; Mini Market “Daya Mart” dan Toko Buah Segar “De Fresh”; DD Water Bogor.

Untuk penghimpun wakaf, Wakaf Dompet Dhuafa telah menjalin kerja sama dengan beberapa perbankan syariah di Indonesia yang masuk dalam LKSPWU (Lembaga Keuangan Syariah Pengelolaan Wakaf Uang). Dompet Dhuafa juga menggandeng sejumlah e-commerce untuk memudahkan wakif. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here