Wah, Donald Trump Sebut Pers Berbahaya dan Tak Waras

117
Presiden Donald Trump berbicara saat kampanye di Four Seasons Arena pada 5 Juli 2018 di Great Falls, Montana (Foto: CNBC)

AS, Muslim Obsession – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pers adalah musuh rakyat yang bisa menyebabkan perang. Pernyataan tersebut ia lontarkan melalui Twitter, Ahad (5/8/2018).

Tidak hanya itu, dia menyebut wartawan sebagai orang-orang yang berbahaya dan sakit (tidak waras). Trump juga mengungkapkan bahwa dia secara diam-diam bertemu dengan pimpinan New York Times (NYT) A.G. Sulzberger dalam sebuah diskusi off the record.

Trump mengaku interaksinya dengan Sulzberger sangat bagus dan menarik, tetapi deskripsi itu dibantah oleh Sulzberger. Justru, dia mengaku dirinya prihatin atas retorika anti pers yang sangat mengganggu dari Trump. Di mana hal itu menurutnya telah mengikis komitmen AS terhadap kebebasan berbicara dan pers.

Dilansir CNBC, Senin (6/8/2018) pertemuan keduanya diduga terjadi setelah seorang kolumnis NYT Bret Stephens, menulis sebuah karya emosional berjudul “Trump Will Have Blood on His Hands”. Di mana isinya menyinggung kecaman-kecaman Trump terhadap media.

Stephens juga menggambarkan beberapa contoh ketika pendukung Trump telah mengancam media. Stephens menulis bahwa presiden tidak segan-segan mendesak para pendukungnya untuk membunuh wartawan, persis seperti yang dilakukan oleh Henry II.

Pada rapat umum maupun di Twitter, Trump pun sering menyinggung soal berita palsu sebagai kekuatan yang mendestabilisasi dalam kepresidenannya. Beberapa media yang sering menjadi sasaran amarahnya ialah CNN, The Washington Post, dan The Times. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here