Wabah Virus Corona Tak Surutkan Langkah Yeti Jadi Mualaf

375
Yeti Sekar Sayekti saat mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Jumat (27/3/2020). foto: bangsaonline)

Surabaya, Muslim Obsession – Merebaknya wabah virus Corona (COVID-19) tak menyurutkan langkah Yeti Sekar Sayekti untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Di Masjid Al-Akbar Surabaya, Jumat (27/3/2020), perempuan muda itu berikrar dengan penuh keyakinan.

Dilansir Bangsaonline, Yeti Sekar Sayekti berikrar membaca syahadat di depan Dr KH Mohammad Sudjak, Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Sebelum baca dua kalimat syahadat, Kiai Sudjak bertanya kepada Yeti. “Sampean masuk Islam karena orang lain atau insiatif sendiri?”

“Inisiatif sendiri,” tegas Yeti Sekar Sayekti menjawab pertanyaan mantan Kakanwil Depag Jawa Timur itu.

“Sudah bisa baca syahadat?” tanya Sudjak lagi.

“Bisa,” jawab Yeti.

Kiai Sudjak pun langsung mempersilakan Yeti membaca dua kalimat syahadat. Dengan suara haru dan bergetar, perempuan milenial itu membaca dua kalimat syahadat. Allahu Akbar!

Kiai Sudjak kemudian menuntun artinya, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Setelah itu dengan penuh haru dan Kiai Sudjak memimpin doa yang diamini Yeti Sekar Sayekti dan para jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya yang menyaksikan prosesi itu.

Sayekti kemudian menandatangani surat pernyataan bahwa ia sudah masuk Islam disertai tandantangan para saksinya.

“Nanti akan ada bimbingan lanjutan. Bisa datang sendiri dan bisa bersama keluarga,” kata Kiai Sudjak sembari minta agar Yeti Sekar Sayekti istiqamah dan rajin salat lima waktu. Kiai Sudjak juga menyerahkan cinderamata yaitu mukenah, sajadah, dan lain-lain kepada Yeti Sekar Sayekti.

Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmy M Noor, menuturkan di tengah wabah mematikan ini, ada sejumlah protap khusus yang harus dilalui oleh muallaf yang akan berikrar. Pertama, calon Muallaf mengisi formulir bio data dan menulis diskripsi kenapa masuk Islam.

Menyerahkan copy Foto KTP dan Kartu Keluarga, menyerahkan copy KTP Saksi dua orang dan wajib hadir saat ikrar.

“Sebelum Masuk Masjid untuk berikrar, calon Muallaf harus cuci tangan pake sabun (hand soap), hand sanitizer, room disinfektan, thermal gun, mengenakan masker serta menjaga jarak (social distancing) saat ikrar membaca syahadat bakda Shalat Jumat,” katanya.

Sebulan sebelumnya, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya juga menjadi saksi atas masuk Islamnya tiga orang warga ibu kota Jawa Timur tersebut.

Ketiganya mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Akbar Surabaya usai salat Jumat (21/2/2020). Dua di antaranya beragama Katolik dan satu orang beragama Hindu.

Motivasi para mualaf tersebut rata-rata bukan karena faktor mau nikah atau pasangannya, tetapi meyakini Islam sebagai agama yang benar setelah mereka mempelajari Islam. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here