Viral, Tulisan Ini Bisa Jadi Motivasi untuk yang Sering Gagal

598
Ilustrasi orang yang meratapi kegagalan.

Muslim Obsession – Siapa yang tak pernah gagal dalam hidupnya? Tak ada orang yang tak pernah gagal. Tidak ada orang yang langsung sukses tanpa pernah melalui kegagalan dalam hidupnya.

Pepatah bijak mengatakan, orang hebat bukanlah ia yang tak pernah gagal. Orang hebat adalah ia yang sanggup bangkit dari kegagalannya untuk meraih sukses.

Berikut ini Muslim Obsession menemukan sebuah rangkaian kata yang viral di media sosial. Entah siapa yang menuliskannya, namun jika diresapi, tulisan ini dapat memotivasi Anda yang mungkin tengah merasa gagal.

“Direndahkan tidak mungkin jadi sampah. Disanjung tidak mungkin jadi emas. Maka jangan risaukan omongan orang, sebab setiap orang membaca kita dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama kita di jalan yang benar, meski terkadang kebaikan tidak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang diri kita, sebab yang menyukai kita tidak butuh itu dan yang membenci kita tidak percaya itu.

Hidup itu bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika dizalimi orang, jangan berpikir untuk membalas dendam, tapi berpikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdoa dan bersyukur. Sibukkan diri dalam kebaikan hingga keburukan akan lelah untuk mengikuti kita.

Orang tidak beriman berkata, sabar itu ada batasnya. Tapi bagi orang yang beriman, akan berkata bahwa sabar itu tanpa batas.

Jadi, sabar itu menerima dahulu kehadiran tamu yang bernama masalah sebelum kita melepaskannya.   

Sebab kita toh tak akan mudah melepas sesuatu yang belum kita terima. Masalah itu akan mudah berpamitan bila sudah kita jamu dengan bersyukur.

Sebaiknya hindari mengatakan “bersabarlah segalanya akan indah pada waktunya”. Sebab dengan pernyataan semacam ini membuat kita menunggu keindahan itu hadir. Apapun yang ditunggu itu akan terasa lama dan melelahkan.

Jadi, sabar itu bukan seberapa lama kita menunggu, tapi seberapa berat kita ditekan, seberapa pahit kita diuji. Serta seberapa hebat tekanan itu mampu mengasah kita untuk meng-create gagasan dan ketrampilan diri agar lepas dari tekanan tersebut.

Dan saat itu pula kita berhasil menemukan “solusi” laksana cahaya di ujung terowongan yang gelap.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here