Viral Artis Non-Muslim Berhijab Syar'i, Apa Hukumnya dalam Islam?

Muslim Obsession - Artis tanah air non-Muslim Celine Evangelista tampil di depan publik dengan mengenakan hijab dan pakaian syar'i. Istri dari aktor Stefan William itu bahkan sempat diduga menjadi seorang mualaf. Setelah dia kedapatan mengenakan hijab syar'i menutup dada di acara buka bersama belum lama ini. Tak hanya itu, diketahui Celine juga ikut menyambut meriahnya bulan suci Ramadhan dengan sahur bareng para sahabat. Meski saat ini masih menganut agama Katolik, namun Celine mengaku nyaman ketika berpakaian syar'i. Ia pun menceritakan sedikit soal latar belakang keluarganya dan alasan kenapa dirinya jatuh cinta dengan agama Islam. "Jujur aja aku juga cinta Islam karena keluargaku kebanyakan Islam. Kalau soal mualaf untuk saat ini aku masih belum tapi nggak tahu nanti, kita nggak ada yang pernah tahu apa yang terjadi nanti ya kan?" ujar Celine Evangelista, seperti dilansir dari channel Youtubenya, dikutip Selasa (14/5/2019). Celine memakai hijab syar'i lantaran ingin juga menghormati umat Islam di negeri ini yang sedang menjalani ibadah puasa. Persoalan setelah Ramadhan dia akan terus memakainya atau tidak, Celine mengaku tidak tahu. Lalu bagaimana hukum wanita non-Muslim mengenakan hijab? [caption id="attachment_21133" align="aligncenter" width="700"]
Ustadz Abdul Somad (UAS) (Foto: Istimewa)[/caption] Dalam sebuah ceramahnya yang viral di Youtube, Ustadz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan serupa yang ditanyakan oleh salah satu jamaahnya. UAS bercerita suatu hari ia sedang naik pesawat. Di sampingnya duduk seorang laki-laki. "Pas saya mau minum, saya tawari 'Pak silakan minum Pak'. Dia kemudian menjawab 'Mohon maaf Pak Ustadz saya tidak minum, karena saya sedang puasa sunnah'," kata UAS. Dia kemudian bertanya kepada laki-laki tersebut sudah berapa lama ia melakukan puasa Senin-Kamis. "Sudah dua tahun Pak Ustadz, tapi saya bukan Islam," ujar laki-laki itu. Dari cerita tersebut, UAS hendak menyampaikan bahwa yang diterima amalnya ialah orang yang beriman dan beramal shalih. Menurutnya, amalan shalih tiada artinya tanpa keimanan atau keislaman. "Beriman dulu baru beramal shalih. Adapun soal dua saudara kita ini (laki-laki non-Muslim yang berpuasa Senin-Kamis dan wanita non-Muslim yang berhijab) mereka sudah beramal. Maka kita doakan semoga keduanya mau bersyahadat," terang UAS. Adapun boleh tak boleh atau haram tidak haram, hal itu berlaku pada Mukallaf. Sedangkan kata UAS, Mukallaf itu orang yang sudah dibebani hukum yaitu orang yang bersyahadat atau Muslim. "Adapun bagi non-Muslim, maka hukum agama tak ada," pungkasnya. (Vina)
Ustadz Abdul Somad (UAS) (Foto: Istimewa)[/caption] Dalam sebuah ceramahnya yang viral di Youtube, Ustadz Abdul Somad (UAS) menjawab pertanyaan serupa yang ditanyakan oleh salah satu jamaahnya. UAS bercerita suatu hari ia sedang naik pesawat. Di sampingnya duduk seorang laki-laki. "Pas saya mau minum, saya tawari 'Pak silakan minum Pak'. Dia kemudian menjawab 'Mohon maaf Pak Ustadz saya tidak minum, karena saya sedang puasa sunnah'," kata UAS. Dia kemudian bertanya kepada laki-laki tersebut sudah berapa lama ia melakukan puasa Senin-Kamis. "Sudah dua tahun Pak Ustadz, tapi saya bukan Islam," ujar laki-laki itu. Dari cerita tersebut, UAS hendak menyampaikan bahwa yang diterima amalnya ialah orang yang beriman dan beramal shalih. Menurutnya, amalan shalih tiada artinya tanpa keimanan atau keislaman. "Beriman dulu baru beramal shalih. Adapun soal dua saudara kita ini (laki-laki non-Muslim yang berpuasa Senin-Kamis dan wanita non-Muslim yang berhijab) mereka sudah beramal. Maka kita doakan semoga keduanya mau bersyahadat," terang UAS. Adapun boleh tak boleh atau haram tidak haram, hal itu berlaku pada Mukallaf. Sedangkan kata UAS, Mukallaf itu orang yang sudah dibebani hukum yaitu orang yang bersyahadat atau Muslim. "Adapun bagi non-Muslim, maka hukum agama tak ada," pungkasnya. (Vina) Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group
































