Viral! Ada Lampu Disko di Masjid Istiqlal, Ini Penjelasannya

294

Jakarta, Muslim Obsession – Netizen baru-baru ini diramaikan dengan perbincangan adanya lampu pencahayaan atau lighting warna-warni di dalam Masjid Istiqlal, Jakarta layaknya seperti lampu disko. Hal itu terekam dalam video berdurasi 42 detik yang sudah tersebar di media sosial.

Hal ini sebagaimana diunggah oleh Fahmi Alkatiri melalui akun Twitter @FKadrun. Unggahan video ini telah disaksikan oleh 433.900 orang. Sebenarnya apa yang terjadi? Benarkah Istiqlal dipasang lampu disko?

Perencana Tata Cahaya Revitalisasi Masjid Istiqlal A Danang Ismoyo menjelaskan ebenernya, konsep lighting Masjid Istiqlal tidaklah seperti yang terekam dalam video. Sebab, pencahayaan warna-warni tersebut merupakan bagian dari proses maintenance.

BACA JUGA: Pembangunan Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Terus Digenjot

Dia mengatakan, pencahayaan yang terekam dalam video tersebut merupakan bagian dan proses maintenance biasa yang rutin dilakukan setiap 6-12 bulan sekali.

“Seharusnya tidak ada warna-warni di langit-langit Masjid Istiqlal. Jika ada warna-warni, berarti sedang dalam tahap maintenance,” kata Danang, saat dikonfirmasi media, Ahad (12/9/2021).

Menurut dia, tata cahaya yang dibawa ke dalam Masjdi Istiqlal berkonsep cahaya ‘Nur’. Sementara, warna putih terdiri dari berbagai macam warna, termasuk red, green, blue (RGB).

BACA JUGA: Di Balik Nama Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral

Adapun lampu masjid menggunakan LED red green blue amber white (RGBAW). Pemilihan teknologi terbaru tersebut akan memberikan warna cahaya seperti cahaya matahari.

“Memang benar ruangan interior Masjid Istiqlal dapat ‘diwarnai’ sesuai keinginan dengan menggunakan teknologi ini. Tapi konsep yang sudah diprogram tidak akan menampilkan hal tersebut,” jelasnya.

Dengan demikian, tampilan lampu warna-warni yang terekam pada video yang beredar di media sosial akan terjadi saat proses maintenance atau pemeriksaan kualitas pencahayaan lampu.

“Sebagai bangunan publik, apalagi tempat ibadah, tidak mungkin melarang jemaah untuk melakukan ibadah di dalam masjid saat maintenance,” tuturnya.

BACA JUGA: The New Istiqlal

Danang menjelaskan, saat proses maintenance harus melalui proses pemeriksaan satu per satu jaringan kabel ke ruang kontrol. Hal ini mengingat di ruang void interior masjid terdapat 3.300 lampu RGBAW.

“Masing-masing memiliki IP address sendiri. Jika ada yang tidak beres, harus dikoordinasikan dengan ruang kontrol,” ujar dia.

Pada hari tertentu khususnya malam hari, semua lampu di langit-langit Masjid Istiqlal akan menyala putih. Konsep ini akan membuat ruangan masjid terang layaknya saat beribadah di luar ruangan.

Sehingga, masyarakat yang beribadah akan merasa seperti di bawah terik matahari, terang, saat siang hari, dan layaknya berada di bawah naungan awan.

“(Itu) Biasa dilakukan di Masjidil Haram. Rasa ini yang dibawa ke dalam Istiqlal,” imbuhnya.

BACA JUGA: Masjid Istiqlal Akan Buka Pengkaderan Ulama Perempuan

Intinya, dengan teknologi yang ada, cahaya lampu akan berjalan seperti awan, terkadang menyuguhkan nuansa terik maupun terang. “Semuanya dilakukan dengan ritme yang subtle dan tenang. Bukan ajep-ajep,” tandasnya.

Sebagai informasi tambahan, Masjid Istiqlal didesan menggunakan teknologi pintar tata cahaya terbaru yakni smart lighting. Ribuan lampu diberikan IP address.

Satu IP address mengendalikan 20 lampu.
Pengaturan lampu bisa melalui aplikasi Pharos dari smartphone yang khusus dipegang pengelola Masjid Istiqlal.

Di ruang utama void Masjid Istiqlal terpasang 300 titik lampu utama dan 3.300 titik lampu ambiens. Lampunya menggunakan LED RGBAW.

BACA JUGA: Tarhib Ramadhan di Istiqlal, Wapres: Kita Meminta Perlindungan dari Wabah

Dengan teknologi itu, saat di dalam Masjid Istiqlal terasa terang seperti sedang di luar ruangan. Namun, nuansanya tidak panas terik, melainkan seperti cahaya yang sedang tertutup awan.

Kemudian, ruangan kubah dalam memakai teknologi Dynamic White sebanyak 192 lampu. Hasilnya, kubah dalam Masjid Istiqlal bisa berubah warna dari full white ke warm white yang bernuansa agak kuning.

Sementara kubah luar Masjid Istiqlal memakai konsep cahaya bulan. Ada 20 lampu LED RGB 100 watt di sekeliing kubah dengan pilihan warna mengimitasi cahaya bulan. Ada full moon, red moon dan blue moon.

Cahaya putih untuk kubah luar dirancang mengikuti siklus bulan. Jika bulan purnama, lampu akan dinyalakan 360 derajat. Jika sedang bulan sabit, ada titik lampu yang dimatikan separuh, lalu efek ini dirotasi. Sehingga orang bisa melihat efek bulan sabit di kubah Masjid Istiqlal secara 360 derajat. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here