Video Palsu Provokasi Umat Hindu Menyerang Muslim

557
Fake Video provokes Hindus to attack Muslims (Photo: Global Village)

India, Muslim Obsession  Sedikitnya 15 toko milik pedagang Muslim di Kota Agastyamuni Uttarakhand, India dirusak oleh sekelompok provokator. Akibat menyebarnya video palsu di media sosial yang menyatakan bahwa 10 gadis Hindu diperkosa oleh seorang pria Muslim di kota tersebut.

Setidaknya 2.000 orang berkumpul di dekat kantor polisi di Agastyamuni, pada Jumat pagi, (6/4/2018) menuntut keadilan untuk dugaan korban perkosaan. Bersamaan dengan itu, hingga 15 toko pedagang Muslim dirusak oleh para agitator, termasuk orang-orang dari badan pedagang kota, kelompok mahasiswa lokal Jai Ho, dan anggota ABVP.

Dilansir Global Village, Senin (9/4/2018) waktu setempat, sebagian besar ekstrimis Hindutva diduga menyebarkan Islamophobia dengan menggunakan kebencian di India terhadap minoritas Muslim di India. Para ekstremis membandingkan penduduk Muslim India dengan musuh mereka Pakistan.

“Toko-toko milik pedagang Muslim dikosongkan, dan aset di dalamnya. Termasuk ponsel, jam tangan, pakaian, dan sayur-sayuran, dibuang ke jalan-jalan dan dibakar oleh kelompok-kelompok agitasi. Namun, tidak ada yang terluka,” ujar Tripti Bhatt, yang saat ini memegang tugas dari Superintendent of Police (SP) kantor Rudraprayag.

Setelah insiden vandalisme, hakim distrik Rudraprayag Mangesh Ghildiyal memposting sebuah video di media sosial yang mengklarifikasi bahwa video yang menjadi viral di media sosial itu palsu.

“Wajah orang-orang dalam video itu tidak jelas. Baik pria maupun wanita dalam video itu telah diidentifikasi. Kami juga belum menerima keluhan tentang pemerkosaan di Agastyamuni. Kami mencari orang-orang yang telah menyebarkan berita palsu tentang perkosaan melalui media sosial. Kami akan mengambil tindakan tegas,” kata Ghildiyal dalam video tersebut.

Gajendra Rautela, seorang lokal Agastyamuni mengatakan bahwa Agastyamuni memiliki sedikit populasi Muslim. Banyak pedagang Muslim yang toko-tokonya dirusak (mereka) lahir dan dibesarkan di Agastyamuni. Ia mengaku belum menyaksikan insiden komunal di kota tersebut sebelumnya. Semenetara itu, beberapa orang sudah ditangkap dan banyak yang belum dilacak. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here