Ustadz Adi Hidayat Kena Fitnah!

106

Oleh: Fahd Pahdepie

Ustadz Adi Hidayat (UAH) kena fitnah. Saya kira, saya harus bersuara. Nanti saya ceritakan sebabnya. Fitnah-fitnah ini sudah tak bisa dibiarkan. Jika kita tinggal diam, bangsa ini dalam bahaya karena kita membiarkan mereka yang terus memecah belah masyarakat hidup tenang, ongkang-ongkang kaki dan merasa menang.

Bagi saya, ini bukan soal siapa kita, berada di kubu politik yang mana, apa agama kita, suka orangnya atau tidak, dan seterusnya. Yang jelas, fitnah, kabar bohong, narasi kebencian dan perpecahan tak boleh mengisi ruang publik kita dan memanipulasi pikiran masyarakat. Dampaknya akan luar biasa dalam jangka panjang. Saya akan memakai kasus UAH untuk membedah persoalan ini.

Baru-baru ini, aksi UAH yang menggalang dana untuk Palestina memang mencengangkan publik. Dalam enam hari ia sanggup menggalang dana lebih dari 2 juta USD dari para jamaahnya, masyarakat Indonesia secara umum, kurang lebih Rp 30 miliar nilainya. Barangkali ini salah satu donasi untuk Palestina yang terbesar yang dikumpulkan seorang individu dalam waktu kurang dari seminggu.

Saya pribadi berkesempatan mengikuti perjalanan bagaimana UAH menggalang donasi ini. Bahkan sejak masih rencana. Siang itu, 16 Mei 2021, via WhatsApp kami berbincang soal urgensi membantu Palestina.

UAH baru saja mengunggah video berjudul ‘Palestina Memanggil’ yang mengajak masyarakat Indonesia berdonasi. Saya jawab di pesan WA itu, “Saya akan gerakkan teman-teman juga. Bismillah. Nanti saya ikut campaign”. Penggalangan dana pun terus bergerak.

Lima hari berselang, tanggal 21 Mei 2021, UAH mengirim saya pesan yang lain. Sebuah tautan ke video Youtube. Saya tercengang membaca judulnya. “Berita Terkini! ~ Mengejutkan!! Ust Adi Hidayat Terserat, UAS Ungkap Aliran Dana Donasi Palestina.”

Dari judulnya, kita tahu ini salah satu teknik membuat konten viral, dibuat seolah heboh, sengaja salah ketik, dirancang sedemikian rupa agar mendorong orang untuk penasaran. Seperti bisa kita duga, isinya ambigu, nggak nyambung, tempel sana-sini, sama sekali tidak seperti judulnya, provokatif.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here