Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Tata Cara Urutan Mandi Junub

277
Ustadz Adi Hidayat (UAH).

Jakarta, Muslim Obsession – Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu mensucikan diri dari hadats kecil maupun hadats besar..Menyucikan diri dari hadats kecil dapat dilakukan dengan cara berwudhu sesuai ajaran Islam.

Sedangkan untuk hadats besar dilakukan dengan cara mandi besar atau mandi junub. Adapun mandi junub bisa dikatakan sah apabila sudah memenuhi tata cara serta doa yang benar. Lalu bagaimana caranya?

Ustadz Adi Hidayat (UAH) pernah menjelaskan terkait tata cara mandi junub ini dalam sebuah kesempatan dakwah. Seperti dilansir dari YouTube SUAS Video, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tatacara mandi besar ini berdasarkan pengalaman yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Pertama, berdasarkan hadits yang diriwayatkan Aisyah RA ia berkata;

“Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim.

Kedua, hadits dari salah satu istri Rasulullah Maimunah binti Al-Harits RA ia berkata;

“Saya menyiapkan air bagi Rasulullah SAW. Kemudian beliau menuangkan air tersebut dengan tangan kanannya di atas tangan kirinya sebanyak dua kali – atau tiga kali, kemudian beliau cuci kemaluannya, lalu menggosokkan tangannya di tanah atau di tembok sebanyak dua kali – atau tiga kali. Selanjutnya, beliau berkumur-kumur dan ber-istinsyaq (menghirup air), kemudian beliau cuci mukanya dan dua tangannya sampai siku. Kemudian beliau siram kepalanya lalu seluruh tubuhnya. Kemudian beliau mengambil posisi/tempat, bergeser, lalu mencuci kedua kakinya. Kemudian saya memberikan kepadanya kain (semacam handuk, pen.) tetapi beliau tidak menginginkannya, lalu beliau menyeka air (di tubuhnya) dengan menggunakan kedua tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut keterangan Ustadz Adi Hidayat, waktu itu maimunah rambutnya di kepang kemudian bertanya kepada Rasulullah apakah kepang rambutnya perlu dibuka.

Kemudian Rasulullah menjawab, tidak perlu dibuka, langsung dibasahi saja seluruhnya.

“Kemudian para ulama menggabungkan kedua hadis ini dan dibuatlah tata cara atau susunan yang lengkap,” terangnya.

Berikut tata cara lengkap mandi junub atau mandi besar.

1. Mencuci kedua tangan


2. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri

3. Setelah mencuci kemaluan basuh tangan dengan sabun

4. Mengusap rambut dengan air ke sela-sela rambut hingga rata basahnya kepala

5. Berwudhu seperti wudhu hendak shalat hingga membasuh kaki

6. Mandi, menggguyur keseluruhan badan mulai kepala hingga ujung kaki


“Jika keseluruhan cara terebut sudah di laksanakan maka setelah mandi junub tidak perlu wudhu lagi.” tandas Ustadz Adi Hidayat. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here