Ustadz Adi Hidayat: Intelektual Bukan Syarat Utama Jadi Pemuda Hebat

225
Ustadz Adi Hidayat.

Muslim Obsession – Para pemuda selalu menjadi ujung tombak bagi sebuah bangsa untuk tampil menjadi penggerak perjuangan dan pembangunan. Hanya saja kehebatan pemuda, sejatinya, tidak diukur dari intelektual atau semangatnya.

Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memiliki syarat khusus bagi para pemuda hebat berdasarkan QS. Al-Kahfi ayat 13.

“Syarat pertama dalam pandangan Allah adalah iman. Jaga iman,” ujar UAH seperti dituturkannya dalam sebuah tayangan yang diunggah di akun YouTube miliknya.

Kalau hanya sekadar menjadi orang-orang intelektual, punya daya tobrak tinggi dengan inovasi hebat, jelasnya, hal itu biasa karena yang belum beriman pun mampu dan terbuka kompetisinya.

“Jangankan di Indonesia, di Amerika banyak, di China banyak, di Eropa banyak, melimpah. Tapi perlombaan menjadi hebat dalam pandangan Allah itu spesial,” kata UAH.

Menurutnya, menjadi yang terhebat di Indonesia belum tentu dikenal di Amerika, begitu pula di China dan Eropa. Tapi jika hebat menurut pandangan Allah, tegas UAH, maka siapapun itu maka langit dan bumi akan mengatakan ia yang terbaik.

Kenapa disebut hebat? Karena saking ingin meningkatkan imannya, jelas UAH, mereka menghadapi intimidasi yang luar biasa bahkan bisa terancam akan dieksekusi.

“Ketika mereka meningkatkan imannya, maka ‘hudan’ turun dan mereka dapatkan nikmat,” papar UAH.

Pada kesempatan itu UAH menekankan pentingnya mendapatkan kenikmatan dalam iman. Cirinya menikmati segala kondisi yang Allah berikan.

“Saat sehat nikmat, diuji sakit nikmat, saat ada harta nikmat, semua itu kayaknya terlihat anugerah Allah saja. Kalau sudah sampai ke situ, wah sudah luar biasa,” tandasnya.

Jika ‘hudan’ sudah turun kepada mereka yang beriman maka akan Allah rekatkan ‘huda’ dan iman di dalam hati. Hal ini tergambar dalam ayat berikutnya, QS. Al-Kahfi: 14.

“Kalau sudah iman benar di hatinya, maka Allah cahaya pada jiwanya dan diikat cahaya ini dalam jiwanya. Sehingga ketika sudah diikat hudan petunjuk ini akan jadi sinar kepada seluruh tubuhnya. Karena itulah ketika ia menjadi sinar maka semua aktifitasnya dibimbing oleh iman yang sudah mendapat cahaya tadi,” pungka UAH. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here